Bersandar atau Memberi Beban?

IMG-20160617-WA0020

Setiap individu memiliki masalah. Dan setiap kali masalah itu datang, maka banyak dari kita yang berusaha mencari tempat untuk bersandar. Tempat bersandar yang kita cari tentu saja yang akan membuat kita nyaman bersandar.
Untuk mencari tempat bersandar itu biasanya kita mulai memilih dan memilah. Kita akan memilih individu dengan tipe yang menurut kita sabar dan lembut. Itu artinya ia tidak mungkin marah dengan kita. Lalu kita juga akan memilih orang yang tidak enak hati, sebab itu artinya ketika cerita kita mulai membosankan, ia tidak mungkin pergi meninggalkan kita begitu saja.
Bersandar, mencari tempat keluh kesah memang akan mengurangi beban hidup kita. Teman yang kita pilih bisa jadi orang terpilih dan benar-benar baik dan mau menerima keluh kesah kita. Tapi bukan berarti kita harus melupakan etika yang sebenarnya bagaimana berinteraksi dengan orang lain.
Beberapa hal ini yang harus diingat :

1. Yang Bermasalah Banyak
Individu di sekitar kita banyak dan rata-rata menyimpan masalah pribadi. Ada yang bisa menyelesaikan masalah itu sendiri, ada yang butuh bantuan. Menyadari hal seperti harus membuat ktia paham, bahwa bukan hanya kita yang memiliki masalah. Itu artinya kita harus tahu diri untuk tidak membebani orang lain dengan masalah kita. Apalagi sampai membuat orang itu tidak bisa tenang hidupnya.

2. Jangan Egois
Seorang yang merasa hidupnya bermasalah biasanya justru menjadi sangat egois. Ia merasa bahwa hanya dirinya sajalah yang memiliki masalah dan butuh sandaran. Dan rasa seperti ini yang akhirnya membuat ia jadi lupa diri. Ia melupakan bahwa orang yang ada di hadapannya dan mau menerima keluh kesahnya tanpa bayaran, memiliki kehidupan lain, teman-teman yang lain, juga dunia lain.

3. Individu itu Hadiah
Individu yang menjadi kenalan atau teman kita mungkin saja banyak. Tapi tidak semua orang mau menjadi tempat untuk kita sadarkan. Meskipun banyak yang bisa melakukan hal itu.
Kita cukup menyadari bahwa individu yang mau dijadikan sandaran untuk mendengarkan curhatan kita, adalah sebuah hadiah untuk kita. Ia individu yang tidak biasa. Karena itu bukan ia yang harus menjaga perasaan kita, tapi kitalah yang harusnya menjaga perasannya.

4. Beri Target
Karena individu itu adalah individu istimewa, maka harusnya kita menghargainya dengan cepat-cepat berubah. Bukan justru merasa nyaman dengan bersandar di bahunya. Bukan sekedar mendengar nasehatnya tapi tidak menjalani.
Kita harus punya target kapan harus berubah. Dengan begitu individu itu tidak terbebani dengan masalah kita.
Atau kita boleh memberi tantangan pada individu itu, untuk memarahi kita jika kita terus-menerus mengganggunya.

5. Jangan Mencari Kepuasan
Konyol rasanya ketika kita ingin mencari kepuasan dengan menyandarkan masalah kita pada seseorang, kita berharap hidup kita bisa berubah setelah itu. Bahkan kita berharap tidak punya masalah lagi.
Padahal tempat untuk bersandar itu bukan penyelesai masalah. Kita sendiri yang wajib berubah, bukan orang lain.

6. Cari Orang yang Ahli
Jika beban itu terlalu berat harusnya kita mulai mencari orang yang ahli. Dengan begitu kita tidak membebani hidup orang lain.
Ini penting sebelum masalah justru membuat kita menjadi depresi.

Published by nurhaya3

Nurhayati Pujiastuti, owner Sanggar Mama Bilqis, Founder Penulis Tangguh, Kelas Merah Jambu dan Kelas Biru. Trainer Menulis.