Jangan Mau Jadi Tong Sampah

IMG-20160617-WA0059

Kita mungkin pernah menemui teman yang selalu mengeluh. Teman yang setiap bertemu atau interaksi dengan kita, mengeluarkan segala keluhannya. Keluhan bukan berbagi cerita tentang masalahnya tentu saja.
Karena berbagi masalah (curhat) biasanya hanya terjadi beberapa kali. Dan ketika ia mendapat solusi, ia mau dan berusaha keras menjalankan solusi itu.
Mengeluh itu mirip dengan sampah yang dikeluarkan. Dan kita, yang dianggap selalu mau mendengarkan keluhannya ternyata dianggap seperti tong sampah untuk menampung segala sampah keluhannya.
Keluhan berupa energi negatif itu jelas harus dibantu. Tapi jika energi negatif itu datang terus menerus dan kita menjadi muak karenanya, mungkin itu karena energi negatif berupa sampah keluhan itu, sudah begitu menganggu kita.

Lalu apa yang harus Anda lakukan?

1. Ia Individu Bermasalah
Seorang yang terus mengeluh memang ada masalah dengan dirinya. Masalah yang paling jelas adalah ia tidak mau bangkit dari segala masalah itu.
Ketika kita merasa bukan orang yang ahli, dan justru muak dengan keluhannya, maka yang harus kita lakukan adalah meminta dia untuk mencari bantuan dengan orang yang lebih ahli.

2. Intropeksi Diri
Sebelum melakukan tindakan yang lain, yang harus kita lakukan tentu saja intropeksi diri. Kenapa seorang itu selalu mengeluh kepada kita? Apakah karena Anda dianggap orang yang cukup sabar untuk dibagi semua masalahnya?
Atau kita dianggap cukup ahli dan cocok untuknya?
Kalau itu yang terjadi maka kita harus mengatakan terus terang padanya, tentang apa yang kita rasakan. Sehingga ia sadar bahwa kita adalah manusia biasa dan bukan orang yang ahli untuk itu.

3. Bukan Bermanfaat tapi Dimanfaatkan
Menjadi manusia yang bermanfaat tentu saja impian banyak orang. Tapi jika seorang terus-mengeluh dengan kita hingga berbulan-bulan sampai bilangan tahun, itu artinya kita bukan bermanfaat untuknya tapi dimanfaatkan olehnya.

4. Cek Nilai Positif atau Negatifnya
Terbiasa mendengar keluahan terkadang membuat energi positif yang Anda miliki jadi terpengaruh dengan energi negatif dari orang yang terus mengeluh pada Anda. Untuk melihatnya Anda bisa memulai dengan membuat daftar kebiasaan Anda. Apakah kebiasaan Anda ada yang berubah karena terpengaruh energi negatif dari yang mengeluh? Semisal, Anda jadi lebih sering merenung untuk memikirkan solusi dari setiap keluhan yang disampaikan. Padahal Anda tahu solusi itu tidak akan pernah dipakai oleh si pengeluh.
Jika Anda merasa sudah terlalu banyak hal positif dari Anda hilang karena pengaruh keluhan itu, maka itu suatu tanda bahwa Anda harus berhenti menjadi tong sampah.

5. Beri Peringatan
Seorang yang terus mengeluh, apalagi orang itu adalah individu dewasa yang sudah matang usia dan pengalaman, maka pasti memiliki pemahaman yang juga dewasa. Kecuali ia terserang gangguan kejiwaan.
Jika ia terus menerus menghubungi, maka kita bisa dengan mudah untuk tidak menjawab telepon atau pesannya.
Atau bila ia mendatangi, tidak perlu diterima kedatangannya.

6. Tegas
Banyak pesan yang tidak sampai kepada penerimanya, karena pesan itu tidak dibarengi dengan sikap pemberi pesannya. Beri pesan yang tegas pada teman kita dan kukuhkan dengan sikap tegas. Misal, kita menghindar darinya atau menutup semua akses dirinya.

7. Terbebas Darinya
Sekarang rasakan bagaimana ketika diri kita terbebas dari teman yang suka mengeluh? Apakah hidup jauh lebih bahagia atau justru lebih sedih?
Jika lebih bahagia berarti benar keluhan teman adalah sampah untuk kita. Sedang jika justru menjadi sedih, jangan-jangan kita merasa memang cukup layak selama ini menjadi sebuah tong sampah.

Published by nurhaya3

Nurhayati Pujiastuti, owner Sanggar Mama Bilqis, Founder Penulis Tangguh, Kelas Merah Jambu dan Kelas Biru. Trainer Menulis.