Tips Mengelola Harta Warisan

Ada keluarga yang berseteru karena harta warisan. Ada yang bisa menjaga baik harta warisan. Ada yang akhirnya warta warisan habis ludes begitu saja. Ada yang mampu menyimpannya, bahkan membuat harta itu mampu mengalirkan pahala buat orangtua yang sudah meninggal.

Warisan bukan harta yang turun dari langit. Warisan itu, harta dari orangtua yang jatuh pada anak setelah orangtua meninggal. Setelah orangtua meninggal itu artinya warisan adalah sarana ujian buat anak-anak yang ditinggalkannya. Mereka akan bertengkar atau tetap akur karena harta warisan itu. Mereka akan tergoda mengikuti nafsu duniawi, atau mengikuti hasrat untuk fokus ke akhirat.

Islam membagi harta warisan dengan jatah untuk anak laki-laki dua kali lebih besar dari anak perempuan. Pembagian seperti itu akan dianggap tidak adil, jika tidak mendalami agama secara baik. Akan bertambah dianggap tidak adil, jika proses pembagian itu melibatkan orang lain di luar anak-anak kandung, seperti ipar dan kerabat jauh lainnya, yang tidak memiliki pemahaman yang sama.

Setelah harta dibagi, ada yang dengan pembagian secara islami ada yang membaginya sama rata karena menurutnya lebih adil, maka ada yang harus dipikirkan lagi. Harta yang sudah di tangan itu, efektifnya untuk apa?
Beberapa tips di bawah ini, In syaa Allah bisa membantu :

1. Orangtua mencintai kita sepenuh hati. Karena itu alirkan pahala kepada mereka dengan cara bersedekah beberapa bagian dari harta itu kepada yayasan atau orang yang berhak. Misalnya lembaga yang mencetak Al Quran braille atau rumah yatim.
Bakti anak yang sholeh selain mendoakan orangtuanya, juga menjaga agar pahala terus mengalir untuk keduanya.
Begitu uang diterima, jangan ditunda untuk mengalirkan pada yang berhak.

2. Jangan dipakai untuk berfoya-goya. Karena hidup kita masih panjang. Siapkan tabungan untuk masa depan kita.
Kalau bisa bukalah tabungan haji.

3. Jangan habiskan untuk membeli harta benda yang tidak perlu. Kecuali memang benar-benar kita membutuhkan. Misalnya sebuah mobil. Jika kita sudah memilinya dan kondisinya masih bagus, tidak perlu menggantinya hanya karena cukup uang untuk itu.

4. Pos lain yang perlu dijaga adalah tabungan anak-anak. Jika belum memiliki, bukalah tabungan untuka anak-anak. Jika sudah memiliki, masukkan dana ke sana sebagai tambahan. Pikirkan untuk pendidikan mereka beberapa tahun ke depan.

5. Harta yang ada di tangan kita adalah rezeki mutlak kita. Artinya rezeki yang akan sampai ke kita sebelum kita meninggal. Sedang rezeki ikhtiar adalah rezeki yang kita dapatkan dari bekerja.
Syukuri rezeki mutlak itu, karena tidak semua orang mendapatkannya.
Jika pembagian itu tidak adil, karena ada saudara lain yang zalim, maka serahkan pada Allah. Sebab seorang yang mengambil harta orang lain, di akhirat kelak, akan dikalungi dengan harta yang diambilnya seberat tujuh lapisan bumi.

Published by nurhaya3

Nurhayati Pujiastuti, owner Sanggar Mama Bilqis, Founder Penulis Tangguh, Kelas Merah Jambu dan Kelas Biru. Trainer Menulis.