Ngerumpi yang Asyik di Bulan Ramadhan

1446213126175

Ngerumpi alias ngobrol adalah kegiatan yang biasa untuk kaum perempuan. Maklum perempuan adalah makhluk yang tercipta dengan banyak kata-kata, berbeda dengan laki-laki.
Ngobrol, tentu menjadi sebuah kebutuhan untuk kaum perempuan. Ngobrol yang baik dan bermanfaat tentu saja, seperti itu yang disarankan oleh agama. Meskipun kadang kala, tanpa disadari obrolan itu akhirnya melebar dan melebar jadi membicarakan keburukan orang lain.

Sebenarnya sama bulan Ramadhan dan bulan lainnnya.
Yang namanya membicarakan orang lain, ghibah (membicarakan keburukan orang lain) atau namimah (mengadu domba) sama hukumnya. Dilarang. Alias memang harus tutup mulut dan telinga dari bicara atau mendengarkan hal itu.

Tapi kegiatan ngerumpi para Ibu di bulan Ramadhan bukankah harus ada penyalurannya?
Iya, banyak Ibu yang masih ingin ngerumpi di bulan Ramadhan untuk mengisi waktu, agar perut tidak terlalu terasa lapar. Apalagi aktivitas memasak berganti menjadi di sore hari menjelang berbuka.

Banyak agenda rumpi yang bisa dijadikan sesuatu hal yang positif. Seperti :

1. Ngerumpi soal resep masakan.
Dari soal resep, bisa saling patungan untuk membuat satu resep masakan. Lalu mulai untuk melakukan kegiatan masak di rumah orang yang memang bersedia untuk itu.
Dari ajang ini, bisa dibahas tentang makanan yang halal dan yang haram seperti apa. Resep yang lebih lezat lagi. Dan syukur-syukur setelah Ramadhan, aktivitas ini bisa membuat mata dan kepala ibu-ibu terbuka, untuk memulai bisnis di bidang makanan.

2. Ngerumpi kekurangan diri sendiri.
Curhatlah pada orang yang tepat. Maka ketika kita punya beban dan masalah di bulan Ramadhan curhatlah pada Allah, sebaik-baiknya tempat curhat. Tapi ketika kita merasa belum tuntas jika belum curhat pada orang lain, maka carilah orang yang tepat.
Nah ngerumpi model begini sebaiknya jangan beramai-ramai. Cukup kita berdua saja dengan orang yang kita percaya dan kita yakin dia bisa memegang amanah dari kita.

3. Ngerumpi soal buku bagus.
Waktu kosong bisa dipakai untuk banyak hal, kan? Maka mulailah ngerumpi soal buku bagus daripada membicarakan keburukan orang lain. Tentu saja ngerumpi jenis yang satu ini, harus kita pilih komunitasnya. Jangan ngerumpi soal buku di komunitas ibu-ibu yang tidak suka baca bukuk. Karena hasilnya justru akan mengecewakan kita.

4. Ngerumpi soal anak dan pasangan
Ngerumpi yang satu ini harus bisa mendatangkan ilmu. Jadi pilihlah teman rumpi alias ngobrol yang juga bisa menangani anak dengan baik. Jangan cari teman yang sering berteriak atau bahkan menampar anaknya. Kalau kita bisa memengaruhi dia, itu tentu sangat baik. Tapi kalau akhirnya kita yang terpengaruh, justru bahayanya ada di sana.

5. Ngerumpi di sosial media?
Nah, ini bisa jadi masalah. Karena di sosial media teman kita bukan hanya satu dua orang tapi bisa ribuan orang. Kita membicarakan sesuatu yang kita rasa benar dan cocok dengan teman kita yang sepaham, ternyata dimaknai beda oleh teman yang tidak sepaham.
Untuk yang satu ini, saya memilih off dari sosial media. Takut rumpian saya berujung dosa karena salah tafsir dan sakit hati orang lain.

Pada akhirnya kita yang harus belajar terus-menerus, agar bisa membuat waktu kita efektif di bulan Ramadhan. Sehingga Ramadhan kita tidak hanya berisi dengan lapar dan haus saja, sedang pahala puasa kita hilang.
Yang terpenting kegiatan positif itu berlanjut di bulan-bulan berikutnya. Sehingga Ramadhan itu menjadi Ramadhan yang berkah untuk kita.

Published by nurhaya3

Nurhayati Pujiastuti, owner Sanggar Mama Bilqis, Founder Penulis Tangguh, Kelas Merah Jambu dan Kelas Biru. Trainer Menulis.

2 Comments

  • nurhaya3

    June 7, 2016 at 1:38 am

    Kadang-kadang bukan status ngerumpi pun, bisa bikin orang yang tidak paham sakit hati, Rita. Apalagi kalau jumlah pertemanan sudah banyak. Maka off jadi pilihan terbaik .

  • rita asmaraningsih

    June 6, 2016 at 1:19 pm

    Saya juga jarang ngerumpi di medsos.. Takut ntar status kita jadi rame gegara ada yang gak suka trus menjadi heboh Mba..