Menyeret Orang untuk Lebih Maju

Teman yang baik adalah teman yang mau mengajak temannya itu menjadi lebih baik. Terus meningkat kebaikannya dan akhirnya ia bisa jadi orang yang bermanfaat bagi orang lain.
Maju artinya meningkat. Naik tangga lebih tinggi lagi. Banyak orang yang bermimpi untuk itu, tapi hanya sekedar mimpi.
Orang yang sekedar mimpi ini sudah punya niat baik. Lalu apa yang harus kita lakukan sebagai teman?
Mendorongnya?
Mendorong kalau dia tidak maju-maju, juga susah untuk kita. Sebab jika ia jatuh, kita yang akan kena bebannya.
Kalau didampingi?
Kalau pendampingan, maka kamu dan aku sejajar. Dalam artian terus kita berada di sampingnya.
Kadang kala, kalau kita lemah, maka kita yang akan mudah terpengaruh langkahnya. Hasilnya, segala strategi yang kita buat akan berantakan.

Lalu harus apa?
Kalau saya memilih menyeret orang untuk maju. Menyeret artinya kita yang pegang kendali. Pegang kendali tentunya disesuaikan dengan keadaan teman yang sudah kita pahami kondisinya.

Jika ada yang ingin melangkah maju, cobalah interaksi dengan orang itu selama beberapa waktu. Dari sana kita bisa melihat, apakah orang itu bisa benar-benar kita bantu untuk menjadi maju?
Atau sebenarnya ingin majunya itu hanya usapan bibir belaka, karena dia tidak enak dengan kita?

Ada banyak hal yang membuat mereka akhirnya mau mengikuti kita alias mau kita seret kok.
1. Mereka yakin bahwa kita orang yang mampu.
2. Yakin itu karena mereka melihat bukti nyata bukan cuma omdo alias omong doang.
3. Mereka akan melihat sendi kehidupan kita seluruhnya. Seperti apa keluarga, anak, pasangannya. Kalau menurut mereka oke semua, mereka akan sukarela minta diseret.
4. Kadang-kadang mereka akan menuntut kita menguasai semua hal. Maka itu artinya bukan tuntutan. Tapi kita diminta belajar banyak. Maka pelajarilah sebatas kemampuan kita.

Jika mereka yakin kita akan mampu membantunya, maka tinggal kita siapkan mental, untuk menunjukkan target yang harus mereka pilih. Lalu minta mereka fokus pada target.
Jika mereka sudah paham targetnya, maka kita akan lebih enak untuk menyeretnya.

Berhasil atau tidak tolak ukurnya bukan hasil akhir.
Tapi perjuangan teman kita untuk melangkah lebih maju lagi, yang harus kita beri penghargaan.

Published by nurhaya3

Nurhayati Pujiastuti, owner Sanggar Mama Bilqis, Founder Penulis Tangguh, Kelas Merah Jambu dan Kelas Biru. Trainer Menulis.