Melesat Setelah Direndahkan

DSCF1996

Direndahkan, disepelekan, dianggap tidak memiliki kemampuan kerap membuat kita merasa bahwa kita memang rendah. Bahwa kita memang tidak ada artinya.
Kita tidak melihat peluang lain ketika kita direndahkan. Kita merasa bahwa situasi seperti itu tidak bisa dirubah lagi.
Padahal yang terjadi sesungguhnya, situasi seperti itu hadir karena konsep diri kita sendiri yang memang rendah, tidak yakin akan diri sendiri yang akhirnya muncul ke permukaan dan terlihat oleh orang lain.
Konsep diri kita sendiri adalah pandangan dan persepsi kita tentang diri kita sendiri (Those physical, social and psychological perceptions of ourselves that we have derived from experiences and our interaction with other – William D Brooks-1974)

Beberapa hal ini bisa menjadi alternatif yang bisa kita pahami kita direndahkan orang lain :

Direndahkan Karena Kita Memang Rendah

Coba pandangi diri kita di cermin. Lihat seperti apa diri kita sebenarnya. Secara jujur kita membuat penilaian akan diri kita sendiri.
Benarkan bahwa ketika kita direndahkan kita memang rendah?
Benarkan ketika kita dikecilkan kita memang kecil dan tidak bisa melakukan hal-hal yang sifatnya besar?
Ketika kita melihat diri kita secara jujur dan mengakui bahwa ada hal yang salah pada diri kita tentunya kita juga akan tahu kenapa orang lain melakukan hal itu.
Misal, kita selalu melakukan pekerjaan yang salah dan kita tahu itu salah karena sejak awal kita memang tidak percaya diri untuk melakukan pekerjaan itu.
Ketika kita jujur dan mengakui paling tidak pada diri sendiri bahwa kita salah, bahwa kita memang tidak melakukan hal yang optimal, maka kita akan jujur mengakui bahwa orang lain yang memberi kepercayaan atas pekerjaan itu memaki pada kita, memang tidak salah.
Itu artinya orang lain merendahkan diri kita karena kualitas diri kita memang rendah.

Direndahkan Karena Kita Akan Menjadi Tinggi

Interopeksi terhadap kekurangan diri sendiri akan membuat kita sadar, bahwa ada yang salah dengan persepsi orang lain atau ada yang salah dengan diri kita.
Bisa jadi orang lain menganggap diri kita rendah, karena memang konsep diri kita negatif, dan memang kita tidak pernah berperilaku yang positif.
Tapi bisa jadi orang lain merendahkan kita karena kita adalah ancaman untuk mereka, karena takut kita menjadi setinggi bahkan lebih tinggi dari mereka.
Banyak peristiwa di beberapa tempat terjadi ketika seorang yang memiliki potensi besar justru terus dikecilkan, dengan tujuan mereka tidak berani menatap ke depan dan pada akhirnya mereka yakin dengan persepsi itu, lalu tenggelam tidak berani bermimpi lagi.

Pahami Orang Lain Kita Akan Paham Diri Kita

Seringnya orang memandangi diri orang lain dari penampilan luar dan dari apa yang dikatakan orang lain tentang diri kita kepada mereka.
Mengambil celah dari prinsip seperti ini sesungguhnya kita mulai melaju.
Pahami orang lain di sekeliling kita dan lingkungan kita. Ubah persepsi mereka yang tidak baik tentang kita, dengan mulai merubah perilaku kita kepada mereka.
Kalau selama ini kita dikenal sebagai orang angkuh, coba pikirkan dalam-dalam, apakah kita memang ingin dikenal sebagai orang angkuh, atau sebaliknya kita justru ingin dianggap sebagai orang yang ramah?
Kalau ingin dianggap sebagai orang yang ramah, maka coba sentuhlah hati satu dua orang dengan mulai menyapanya. Sehingga kita yang tadinya tidak biasa untuk bersikap ramah, juga belajar untuk menjalani hal itu.

Direndahkan Bukan Harga Mati

Untuk orang-orang dengan konsep diri positif dan memandang segala apapun dengan kaca mata positif, maka dicaci, direndahkan orang lain akan dianggap sebagai salah satu celah untuk melangkah ke arah yang positif.
Direndahkan bukan harga mati.
Direndahkan itu artinya sebuah langkah awal untuk kita mulai intropeksi apa yang salah dengan sikap kita selama ini.
Jika selama ini kita direndahkan karena wawasan kita yang hanya seputaran batok kelapa, maka coba lah untuk menambah wawasan itu sehingga segala kalimat yang ke luar dari mulut kita, adalah kalimat yang diakui kualitasnya.
Bukan orang lain yang bisa merubah nasib kita, tapi kita yang harus merubah nasib kita sendiri.

Jangan Merendahkan Orang Lain

Jika kita sudah mampu ke luar dari zona bernama caci maki dari orang lain terhadap kita, maka buatlah orang lain merasa yakin bahwa selama ini persepsi mereka terhadap kita salah. Dan usahakan agara kita tidak mengulang pengalaman itu pada orang lain.
Jadilah pribadi yang bermartabat. Jadilah individu yang berani mengangkat harga diri orang lain. Berikan pujian yang tidak berlebihan dan dorongan kuat, agar mereka bangkit dari keterpurukan. Dan jika sudah seperti ini, itu artinya kita sudah menjadi individu yang berproses.
Dan individu yang berani mengambil hikmah dari setiap proses hidupnya adalah individu yang bijaksana.

Published by nurhaya3

Nurhayati Pujiastuti, owner Sanggar Mama Bilqis, Founder Penulis Tangguh, Kelas Merah Jambu dan Kelas Biru. Trainer Menulis.