Saat yang Tempat untuk Meninggalkan Sosial Media

Berapa banyak punya akun sosial media?
Saya punya beberapa. Dulu senang pindah dari satu akun ke akun lain. Dulu rasanya tidak enak kalau tidak menyapa teman-teman, atau kita tidak membuat status.
Lalu zaman terus berubah.
Sosial media bertumbuh demikian cepat. Tumbuh demikian cepat mungkin sebagai bentuk memahami anak-anak muda yang bergejolak dan mudah bosan berada di satu tempat alias satu akun sosial media.

Saya?
Ketika zaman berubah cepat, saya semakin menua, bertambah usia. Manusia yang hari ini tidak lebih baik dari hari kemarin, adalah manusia yang melakukan kesia-siaan. Tentu saja saya juga wajib berpikir seperti itu. Sejak Bapak meninggal, fokus saya semakin berubah. Mengerucut ke arah yang lebih pasti, yaitu akhirat.

Ada saatnya sesuatu harus kita tinggalkan ketika sudah tidak bermanfaat. Atau manfaatnya lebih kecil dari tidak bermanfaatnya.
Saat yang tepat untuk itu adalah :

1. Ketika waktu kita sudah habis hanya untuk membaca status.
2. Ketika tangan kita gatal untuk membagikan berita, yang kita sendiri belum mengecek kebenarannya.
3. Ketika status seseorang membuat kita jadi baper alias bawa perasaan. Padahal kita tidak kenal dengan orang tersebut dan orang tersebut tidak mengenal kita.
4. Ketika kita sudah merasa nyaman di dunia maya, dan tidak butuh dunia nyata.
5. Ketika kita sudah merasa bahwa tanpa dunia maya, rezeki tidak akan didapat. Karena itu artinya kita sudah menduakan Allah untuk urusan dunia, dan tidak percaya kalau jatah rezeki kita sudah diatur olehNYA.
6. Ketika kita merasa tidak hebat kalau tidak membuat status tentang gosip ter update dari status seseorang.
Kalau untuk orang biasa sah-sah saja. Tapi kalau untuk penulis, hal yang seperti itu tentunya menjadi aneh. Karena seorang penulis harusnya bisa mencerna segala sesuatu dengan baik.

Semuanya memang tergantung pada kita.
Tapi kelak di hari akhir salah satu pertanyaan untuk kita adalah,”waktumu kamu habiskan untuk apa?”

Published by nurhaya3

Nurhayati Pujiastuti, owner Sanggar Mama Bilqis, Founder Penulis Tangguh, Kelas Merah Jambu dan Kelas Biru. Trainer Menulis.