Pentingnya Kartu Nama untuk Penulis

Foto diri'q

Duluu, saya belum punya kartu nama. Saya hobi mengumpulkan label. Ituu, kartu nama mini yang dicetak di kertas stiker. Label koleksi hasil minta teman punya label sampai hasil tukeran sama sahabat pena, biasanya saya tempel di buku khusus.

Label itu ternyata cikal bakal pengetahuan baru saya tentang kop surat. Sejenis label juga. Mencamtumkan nama dan nomor kontak kita.

Kop surat itu di masa lalu super penting. Maklum waktu itu saya masih menulis di mesin tik. Dan mengirim tulisan ke media via pos surat. Itu artinya tulisan saya harus cepat dikenali oleh redaksi majalah. Karena itu saya kasih strategi dengan membuat kop bertuliskan nama saya, dan amplop juga. Dengan warna yang mudah dikenali.
Eit…, tapi tips ini sungguh bukan murni penemuan saya kok. Saya diberitahu caranya pertama kali oleh Aditya Gumay. Puluhan tahun yang lalu saya pernah ikut sanggarnya. Dan belajar skenario di dia. Pernah ada naskah skenario yang di acc. Dan naskah itu dia ajukan ke bagian khusus naskah di TVRI. Terus naskah itu ditaruh di map yang bertuliskan nama beliau dan nama sanggarnya.

Tips lebih komplit saya dapat dari Donatus A Nugroho. Kebetulan waktu itu saya pindah ke Solo dan sadar Donatus itu tinggal juga di Solo. Jadi kerjaan saya ketika kuliah ngeluyur ke rumahnya untuk dapat banyak tips menulis dari dia. Beliau kasih tips komplit juga buat saya. Yaitu membuat kop surat. Jadi lembaran kertas kita, di halaman pertama, di bagian paling kanan, biasanya saya buat seperti itu.
Di amplop juga saya cetak amplop dan di bagian kirinya saya buat kop surat seperti itu.
Jadi ketika surat sampai ke redaksi media, mereka bisa mudah mengenali amplop dari saya. Lalu ketika saya naskah itu mereka pisahkan dari amplop, teteeep, karena di naskah di lembar pertama juga tercetak nama saya besar, maka mereka bisa lebih mudah mengenali naskah saya.

Oh ya buat catatan, sekitar tahun 1989 sampai 1998, saya rutin mengirim naskah ke media. Setiap bulan satu media saya kirimi lima sampai sepuluh naskah. Ada beberapa media sasaran saya. Dan saya selalu mengirim dengan kilat khusus. Jadi tulisan saya bukan hanya dimuat di satu media tapi sering dalam satu waktu dimuat di tiga sampai empat media yang berbeda. Dan honornya bisa membuat saya kuliah sampai selesai.

Karena zaman sudah semakin canggih dan media jarang yang menerima naskah via pos. Maka sekarang lebih mudah lagi membuat naskah kita yang dikirim via email mudah dikenali.
Tinggal klik aja header di words. Dan buat gaya sendiri. Kasih warna sesuka hati, sesuai karakter kita.

Kartu Nama

Setelah kop surat ditinggalkan, maka saya fokus ke kartu nama.
Kartu nama dan buku, selalu ada di tas saya. Buku siapa? Buku karya saya, dong. Dan buku karya orang lain juga, yang belum selesai saya baca. Jadi biasanya di kendaraan umum saya habiskan waktu untuk membaca.

Buku jadi sarana efektif saya untuk memperkenalkan diri. Di bank, di tempat umum, ketika ditanya apa pekerjaannya, saya selalu menjawab penulis. Masih kelihatan bingung? Maka saya tunjukkan buku saya.

Untuk tahap lebih lanjut, saya keluarkan kartu nama. Di kartu nama itu tertulis akun sosial media dan blog saya. Jadi biar mereka bisa mencari tahu sendiri. Jika memang benar-benar ingin tahu.
Oh ya dalam sebuah meeting, dengan orang-orang baru, sering juga kok saya tukeran kartu nama. Tujuannya agar saya lebih mengenal mereka, begitu juga mereka mengenal saya. Untuk saya semakin banyak mengenal dan memahami orang, akan membuat wawasan saya terbuka lebar. Dan dengan begitu saya jadi tidak mudah menghakimi orang lain.

Published by nurhaya3

Nurhayati Pujiastuti, owner Sanggar Mama Bilqis, Founder Penulis Tangguh, Kelas Merah Jambu dan Kelas Biru. Trainer Menulis.

4 Comments

  • nurhaya3

    March 24, 2016 at 2:54 am

    Iya Rahayu, kartu namaku lengkap ada akun sosial media yang aku punya.
    Jadi orang yang butuh mudah menghubungi.

  • Rahayu

    March 23, 2016 at 10:00 am

    Saya malah sedang mikir untuk ganti kartu nama mbak. yg komplit dengan akum media sosial juga blog saya

  • nurhaya3

    March 23, 2016 at 1:37 am

    Segera buat. Kartu nama yang mencerminkan karaktermu Bu Tatit.

  • Tatit Ujiani Prasetyaningsih

    March 22, 2016 at 9:49 am

    NAh sama saya juga duu suka dengan label nama.
    Sekarang baru mikir mau bikin kartu nama. baru mikir, la kok malah mncul tulisan ini.Makasih pencerahannya