nurhaya3

Nurhayati Pujiastuti, owner Sanggar Mama Bilqis, Founder Penulis Tangguh, Kelas Merah Jambu dan Kelas Biru. Trainer Menulis.

Mengenang Nola

George selalu mengenang Nola dengan kenangan yang sangat menjengkelkan. George selalu mengenang Nola bahkan dalam setiap embusan napasnya, setiap cerita yang ke luar dari bibirnya. Bahkan setiap ukiran masa depannya masih saja berisi kenangan tentang Nola. “Kamu cemburu?” Aku mengangguk. Pasti. Mengukir pasir di bawah kakiku dengan gambar kuburan....

Kamulah Mendung dan Matahariku

“Jhon pulang…. “Pulang sama Parni?” “Iya. Parni yang bilang begitu. Anaknya sekarang sudah mau empat.” Srintil sejenak menghentikan apa yang dilakukannya. Daun telinganya sedikit ditegakkan. “Jhon bisa balik ke kampung ini kapan-kapan…” “Hush…..” Masih siang. Angin bertiup cukup kencang. Pakaian yang berada di tali jemuran sebenarnya belum kering semuanya....

Memahami Pikun

Lumpuhkanlah ingatanku Hapuskan tentang dia Hapuskan memoriku tentangnya (Lumpuhkan Ingatanku –Geisha) Ada banyak cerita pikun mengalir ketika saya dan teman-teman sekolah dulu bertemu, Pikun yang maksud tentu saja lupa, bukan pikun seperti yang dialami para manula di atas tujuhpuluh tahun. Pikunnya teman-teman ini saya sadari ketika bertemu dengan mereka...

Anak-anak Menang Lomba Menulis

Salah satu hal yang selalu tekankan pada anak-anak adalah untuk berlatih menulis dan berjuang dengan cara tidak instant. Tidak instant dalam versi saya adalah anak-anak tidak langsung menghasilkan sebuah buku. Tapi berproses membuat karya dan menembus media. Berjuang untuk menembus media tentu saja tidak mudah. 32 tahun saya mengalaminya....

Satu Kotak Teh Celup

Mereka tidak pergi liburan seperti yang lain. Mereka hanya akan duduk menunggu. Tina dan Ibu yang akan menunggu. Menunggu semua saudaranya yang akan datang dari kota besar untuk merayakan hari ulang tahun pernikahan Eyang Putri dan Eyang Kakung. 52 tahun, begitu yang Ibu bilang pada Tina soal usia pernikahan...

Separuh Mimpi

Aku punya separuh mimpi untuk Jey. Separuh mimpi yang aku terbangkan di dalam balon. Bukan, bukan balon betulan. Hanya balon khayalan yang aku gambar lalu pada setiap gambarnya aku beri tulisan harapanku pada Jey. Semua harapan ada pada balon. Balon yang aku warnai dengan beraneka macam warna. Setiap malam...

Mengompol

Jadi ceritanya ada kesepakatan antara saya dan anak bungsu saya yang biasa saya panggil Adek, untuk kebiasaan mengompolnya yang membuat pusing kepala. Kalau dia tidak mengompol lagi, maka uang jajan tidak akan dipotong lagi. Dia juga akan saya ajak jalan-jalan ke Solo. Si Adek ini usianya sudah delapan tahun....

Melesat Setelah Direndahkan

Direndahkan, disepelekan, dianggap tidak memiliki kemampuan kerap membuat kita merasa bahwa kita memang rendah. Bahwa kita memang tidak ada artinya. Kita tidak melihat peluang lain ketika kita direndahkan. Kita merasa bahwa situasi seperti itu tidak bisa dirubah lagi. Padahal yang terjadi sesungguhnya, situasi seperti itu hadir karena konsep diri...

Bebas Seperti Oly

Bebas seperti Oly. Bebas mau apa saja. Bebas mau berteriak. Bebas mau mandi hujan. Bebas mau jajan apa saja. Bebas seperti itu yang Winda mau. Kenapa Ibu tidak juga mau mengerti? Winda mengkhayal sepanjang pelajaran sekolah. Bebas seperti Oly itu bebas juga mau belajar apa tidak. Kenapa Ibu maunya...

Memecah Kepribadian

Memiliki dua kepribadian seperti halnya Mr Jekyl dan Mr Hyde tentunya menjadi sesuatu yang tidak kita inginkan. Apalagi bila kepribadian itu terpecah hingga lebih dari dua hingga 16 seperti halnya kisah Sybil yang cukup fenomenal. Cerita tentang pecah kepribadian itu tentunya menjadi sesuatu yang unik. Dan sesuatu yang unik...