Kelas Menulis Online. Enaknya di Mana?

Kelas menulis? Biasanya banyak yang mendaftar kelas menulis pertemuan langsung. Tapi saya memilih lebih banyak membuka kelas menulis online. Alasannya kenapa? Alasannya adalah karena dengan kelas menulis online, jarak bisa dilipat dan waktu bisa disiati.

Kelas menulis online antara guru dan murid bertemu secara online. Biaya ditransfer lebih dahulu, barulah kelas dimulai. Itu peraturan dari saya. Lalu tentukan waktunya, kapan bisa mulai belajar. Daan buat saya yang penting keseriusan dalam belajar, karena saya akan serius juga dalam mengajar.

Kelas menulis online bisa setiap hari, bisa dua hari sekali dan bisa hanya week end saja. Saya tidak mengajarkan materi tapi langsung praktik.

Kelas-kelas menulis online kerap disepelekan oleh orang lain. Karena beranggapan bahwa yang disampaikan asal saja. Tentu saya tidak sepaham dengan hal itu.
Mereka yang mengeluarkan biaya jangan mau menerima ala kadarnya saja dari saya.
Beberapa kelas menulis online sudah menghasilkan murid-murid yang karyanya ada di mana-mana.
Penulis Tangguh
Merah Jambu
Kelas Biru

Sama seperti kelas-kelas di dunia nyata, maka yang akan berhasil adalah yang bersungguh-sungguh belajar. Tidak bersungguh-sungguh, maaf saya tidak berjanji akan bisa membimbingnya secara optimal.

Enaknya kelas menulis online ada di mana?
Dari sisi ekonomi, pengajar dan murid tidak menghabiskan waktu untuk transportasi. Cukup sediakan komputer atau gadget. Maka pelajaran bisa dilakukan.
Dari segi waktu. Murid bisa memilih waktu sesuai keinginan mereka. Boleh malam asal tidak terlalu malam, sebab masuk jam sembilan saya sudah harus tidur.
Di samping itu tentu saja, baik murid dan guru tidak fokus memperhatikan penampilan. Karena kita tidak terhubung dengan video call. Jadi hanya chatingan saja.
Daaan, ini biasanya terjadi pada murid-murid SD. Mereka kalau sudah capek atau ngantuk akan bilang ke gurunya, tanpa malu atau takut diprotes teman.

Apa yang Dilakukan Penulis tanpa Sosial Media?

Penulis tanpa sosial media? Terbayangkan di zaman tekhnologi seperti sekarang ini. Ketika semua orang sibuk berselancar di media sosial?
Penulis bisa melakukan banyak hal di sosial media. Cari teman sesama penulis, membuka kelas menulis, ngobrol, kumpul-kumpul dan lain sebagainya.
Editor penerbitan juga banyak yang mencari penulis di sosial media. Ketika ada penulis yang aktif, maka mereka menghubungi dan meminta naskah dari penulis itu.
Editor senang, penulis juga senang. Meskipun untuk laris atau tidaknya lagi-lagi juga tergantung campur tangan Pemilik Rezeki.

Sosial Media Sekarang Berbeda

Tujuh tahun yang lalu saya membuat sosial media. Terkaget-kaget juga ketika melihat ternyata banyak yang mengenali nama saya. Dan itu tentunya berimbas pada kenaikan kepercayaan diri. Bahwa apa yang saya tulis tidak sia-sia. Tapi tahun berganti tahun. Yang terjadi tujuh tahun lalu, tidak terjadi lagi pada saat sekarang ini.

Ada banyak sekali sosial media. Semuanya terhubung satu dengan yang lain. Kadang apa yang dishare di IG, dishare lagi di FB. Padahal lingkup pertemanan masih sama, bukan orang yang berbeda.
Tujuh tahun lalu sosial media fokus untuk menjalin pertemanan. tapi sekarang berbeda. Entah kenapa ketika membuka akun sosial media saya seperti berada pada sebuah pasar dengan suara berisik. Dan ketika ada orang yang protes, semua menyerbu si tukang protes.
Suasana jadi terasa panas. Dan setiap orang jadi merasa aku berhak tersinggung, dong. Aku berhak marah. Aura kemarahan seperti itu menular.

Ini yang Bisa Kita Lakukan tanpa Sosial Media

Saya tipikal yang tidak bisa jalan di tempat. Lima tahun di tempat yang sama akan membuat saya bosan. Karena itu dulu saya selalu mencanangkan perubahan besar setiap lima tahun sekali.
Karena itu sebelum masuk lima tahun, saya coba merancang banyak hal. Sering sekali menonaktifkan akun sosial media, untuk bisa melihat apa yang bisa saya lakukan.

Dan ternyata yang saya bisa lakukan banyak sekali.
Saya bisa belajar fotography. Saya bisa belajar bikin video. Saya bisa belajar banyak hal lainnya. Dan semua itu menyenangkan untuk saya.

Terus apa yang harus dilakukan penulis untuk promo bukunya biar laris?
Yang pertama, perbanyak pertemuan dengan Allah, Maha Pemberi Rezeki. Percaya saja, setelah kerja keras, lalu kamu mudah berbagi pada orang lain, maka rezekimu tidak akan pernah tertukar. Berdoa saja agar minta bukumu laris manis.
Yang kedua, terus menulis. Blog di beberapa web juga bisa.
Yang ketiga, sekarang mudah sekali untuk membuka channel di youtube. Manfaatkan saja itu untuk menambah kreativitas. Percaya deh, hidup rasanya menjadi segar karena terus bergerak dan bergerak.

Kirim Naskahmu Ke Penerbit Grasindo

Tertarik Menjadi Penulis?
Jangan ragu untuk mengirimkan naskah Anda ke Grasindo. Jika Anda memiliki keahlian atau cerita untuk dibagikan kepada pembaca, kenapa tidak mencoba? Siapa tahu Anda adalah calon penulis besar.
Berikut adalah 3 kategori naskah yang bisa Anda coba.

Fiksi: (Fiksi Anak, Novel Remaja, Novel Dewasa, K-fiction (fiksi bernuansa Korea) dan J-Fiction(fiksi bernuansa Jepang)
Non Fiksi: (Pengembangan Diri, Psikologi, Parenting, Kumpulan Soal Psikotes, Bisnis & Ekonomi, Buku Panduan (How to), Hobi (misal.: traveling, fotografi), Pengetahuan Populer, dan Entertainment.)
Buku Referensi: (Kumpulan Soal, Buku Pengayaan {TK – Perguruan Tinggi}, Buku Sekolah Berbasis Kurikulum {TK – Perguruan Tinggi}, Buku Referensi Pendidikan.)

Prosedur Pengajuan Naskah
Syarat umum pengiriman naskah:

Diketik rapi menggunakan font Times New Roman (atau yang sejenis) dengan ukuran font 12 pt., dengan jarak 1,5 spasi.
Panjang halaman 100 – 150 halaman A4.
Kirimkan melalui email dengan alamat: redaksi@grasindo.id , dan bubuhkan kategori naskah Anda di kolom subject (FIKSI, NON-FIKSI, atau BUKU SEKOLAH) – JUDUL NASKAH

Setiap pengiriman naskah, wajib disertai dengan lampiran berupa data-data berikut ini.
1. Sinopsis
Tulisan singkat (tidak lebih dari 2 halaman) yang merangkum keseluruhan isi naskah Anda. Pastikan, kami bisa menangkap garis besar isi naskah Anda dengan membaca tulisan tersebut.
2. Proposal
Tulisan singkat (tidak lebih dari 2 halaman) yang menjelaskan mengapa naskah Anda layak untuk kami terbitkan.
3. Data Diri
Tulisan singkat tentang identitas Anda, berikut latar belakang dan kompetensi Anda. Anda bisa juga melengkapi dengan data-data lain yang mendukung, seperti keanggotaan pada organisasi tertentu, keterlibatan dalam program tertentu, dan lain sebagainya.

Cara Mengirim Naskah Melalui Website
Anda tidak perlu repot mengirimkan naskah Anda melalui pos, sebab Anda bisa melakukannya dengan 1 kali klik melalui website ini. Bagaimana cara mengirimkan naskah melalui website?
Pastikan Anda sudah mempersiapkan semua file, yang meliputi: (1) naskah, (2) sinopsis, (3) proposal, dan (4) data diri.
Masukkan keempat file tersebut dalam 1 folder.
Compress folder tersebut menjadi file .rar (pastikan di komputer Anda terdapat program winrar atau winzip). Caranya: (1) klik kanan folder tersebut, (2) pilih Add to archive… (3) beri nama.
Kini folder Anda sudah menjadi 1 file dalam format .rar
Klik KIRIM NASKAH, dan ikuti instruksi yang muncul.
Penerbit tidak mengirim notifikasi atau pemberitahuan atas pengiriman naskah.
Naskah Anda akan direview oleh editor kami. Dalam proses selambat-lambatnya 2 bulan, dengan kemungkinan sebagai berikut.
Jika naskah Anda lolos seleksi maka Anda editor kami akan menghubungi Anda.
Jika setelah 2 bulan tidak ada tanggapan, berarti naskah Anda tidak lolos seleksi dan Anda berhak mengirimkan naskah tersebut ke penerbit lain. Terhadap naskah yang tidak lolos, kami akan menghapus semua data yang telah Anda kirim.
Selain cara di atas, Anda tetap bisa mengirimkan naskah secara pos melalui alamat redaksi Grasindo yang tertera di website ini. Tetapi lebih di utamakan pengiriman melalui e-mail/soft copy.

Info lebih lanjut bisa cek di sini

Yuk Kirim Naskah Novelmu ke Gagas Media

Sebelum menulis harus banyak membaca. Setelah memiliki banyak referensi bacaan, banyak pengalaman, kamu bisa menulis. Tentunya menulis akan lebih asyik, jika kamu punya bayangan ke mana seharusnya mengirimkan tulisan kamu.
Salah satu penerbit yang bisa kamu kirimi naskah adalah Gagas Media.

Yuk cek syarat lengkapnya.

Berikut adalah dua kategori naskah yang bisa kamu kirimkan.

1. Fiksi

“GAGASMEDIA TERBUKA UNTUK BANYAK GENRE FIKSI.”

Seperti yang kita semua tahu, industri perbukuan sangat dinamis—selalu ada hal baru setiap tahunnya. Kami menantikan naskah-naskah yang punya potensi untuk dinikmati target pembaca GagasMedia: remaja dan dewasa muda.

Kalau kamu punya naskah seperti yang kami maksud, tim redaksi akan dengan senang hati mempelajari naskah kamu, yang tentunya sudah memenuhi syarat-syarat berikut:

Bukan naskah fantasi dan bukan kumpulan cerpen/puisi.
Panjang naskah 75-150 halaman A4, spasi 1, Times News Roman 12. Ingat lho, naskah yang sudah kamu kirim itu adalah naskah utuh (artinya: bukan naskah yang setengah selesai atau malah hanya beberapa bab saja)
Kirimkan dalam bentuk print out (yang sudah dijilid rapi tentunya), sertakan sinopsis lengkap novelmu (lihat contoh How To Write Book Synopsis), plus form pengiriman naskah (lihat contoh cara pengisian) ke:
REDAKSI GAGASMEDIA
Jl. Haji Montong No. 57, Ciganjur
Jagakarsa, Jakarta Selatan 12630
(KODE NASKAH: FIKSI UMUM—tulis di amplop naskahmu)
Setiap naskah akan diproses langsung oleh redaksi. Waktu yang diperlukan 3-4 bulan, mengingat banyaknya naskah masuk setiap harinya. Harap maklum ya.
Atau punya naskah yang genrenya lebih spesifik? Coba cari tahu lebih lanjut genre-genre yang dimaksud di sini:
1. ROMANCE

– DOMESTIC DRAMA
– MAINSTREAM ROMANCE
– BABY LOVE

2. YOUNG ADULTS (REMAJA)

– CAMPUS DRAMA
– REALISTIC FICTION
– TEEN ROMANCE

DOMESTIC DRAMA
Mengungkap kehidupan rumah tangga, terutama bagi yang baru mulai berumahtangga, memang memiliki keunikan tersendiri. Saat ini, tidak jarang penulis yang membuat novel dengan latar belakang keluarga. Kamu juga bisa menulis kehidupan seperti itu.

MAINSTREAM ROMANCE
Mainstream Romance merupakan kategori novel romance yang tokoh utama wanitanya sudah di-set sejak awal untuk berjodoh dengan tokoh utama laki-lakinya.

BABY LOVE

Romance adalah genre yang dinamis dan salah satu buktinya adalah kelahiran genre Baby Love ini. Tokoh utama perempuan adalah single mother, sedangkan tokoh laki-lakinya kelak akan menerima keadaan si tokoh perempuan dan juga anaknya—sebaliknya juga bisa.

CAMPUS DRAMA

Pembaca akan dibawa ke kehidupan mahasiswa dengan segala masalah yang kelak akan dihadapinya. Di antara SKS, jadwal kelas kuliah, skripsi, interaksi dengan dosen dan staf kampus, KRS, ujian, kuliah semester pendek, asrama/rumah kost, si tokoh utama mendapatkan pelajaran yang tidak ditemukannya di SMU: belajar mandiri, persahabatan, pahit manis hidup jauh dari orangtua—dan kalau beruntung… cinta.

REALISTIC FICTION

Novel remaja nggak melulu menyoal percintaan. Mereka juga ingin dilibatkan dalam permasalahan dalam keluarga, menyelesaikan sendiri persoalan pribadinya, dan belajar dari kesalahan yang mereka buat di hari-hari lalu. Kalau kamu merasa bisa menyajikan novel yang memperlihatkan kehidupan realistis remaja yang sebenarnya, mungkin ini adalah genre yang kamu cari.

TEEN ROMANCE

Teen Romance merupakan kategori novel romantis yang ceritanya ringan. Seperti halnya kisah cinta masa remaja kebanyakan.

******

2. Non Fiksi

Syarat umum:

Panjang naskah 70-150 halaman A4, spasi 1, Times News Roman 12. Kirimkan dalam bentuk print out (dijilid rapi) ke:

REDAKSI GAGASMEDIA
Jl. Haji Montong No. 57, Ciganjur
Jagakarsa, Jakarta Selatan 12630

Atau, kirimkan proposal naskah via e-mail ke redaksi@gagasmedia.net. Bila naskahmu menarik, redaksi akan menghubungimu untuk pembahasan lebih lanjut.
Setiap naskah akan diproses langsung oleh redaksi. Waktu yang diperlukan sekitar 4 bulan, mengingat banyaknya naskah masuk setiap harinya. Harap maklum ya.

Kategori nonfiksi yang dicari:

Pengembangan diri (self improvement)
How to
Memoar-inspiratif
Lifestyle
Traveling
Pengetahuan populer
Nah, jika kamu sudah menentukan kategori naskah yang akan dikirimkan, jangan lupa untuk menyertakan pula form pengiriman naskah yang bisa kamu download di sini!

Info lebih lengkap bisa di cek dan klik di sini

Calon Penulis Keren, Najila Zahira Raihana

Salah satu murid kelas menulis online adalah Najila. Najila ini sudah dua kali ikut kelas menulis. Pertama, Najila ikut kelas menulis cerita anak. Yang kedua, Najila ikut kelas menulis novel.
Yuk, kenalan lebih dekat dengan Najila.

Nama lengkapnya, Najila Zahira Raihana. Teman-teman bisa memanggilnya dengan panggilan Najila saja. Najila lahir pada tanggal 15 Agustus 2007. Najila ini sekaragn kelas 5 SD di sebuah SDN di Rawamangun. Najila anak pertama dari dua bersaudara.

Najila punya banyak hobi. Diantaranya menggambar, bikin komik, berenang, jalan-jalan, menulis, main game, nonton, lari, dan kadang-kadang memasak. Cita-cita NBajila menjadi penulis, komikus, desain grafis, ilustrator, dan atlet (kalau bisa).
Najila juga punya blog yaitu : odetyorin.blogspot.co.id..

Kemarin Najila ikut kelas novel dan menulis novel fantasi. Novelnya mengalir lancar. Dan yang membacanya jadi terhibur karena fantasi yang Najila tuliskan. Semoga novel itu bisa terbit setelah Najila kirim ke penerbit.

Kemarin, di acara Konferensi Penulis Cilik Indonesia atau biasa dikenal dengan sebutan KPCI, Najila terpilih diantara ratusan pengirim naskah loh. Najila terpilih untuk delegasi yang mewakili Jakarta, dan masuk kategori penulis pemula.

Meskipun Najila tidak memang untuk lomba final, tapi terpilih menjadi peserta KPCI itu artinya sudah menjadi pemenang. Iya pemenang mengalahkan ratusan anak dari seluruh Indonesia yang mengirim naskah. In syaa Allah, Najila masih punya kesempatan ikut di tahun depan. Semoga pada tahun depan, Najila bisa menang.

Kita doakan saja semoga Najila semakin hebat dan tidak lelah berkarya.

Wahai Perempuan, Perhatikan Mandimu

Dari kajian Ustadzah Umi Yunengsih

Mandi bukan sekedar membasahi tubuh. Di dalam agama Islam banyak catatan yang harus dilakukan ketika mandi, terutama ketika melakukan mandi yang biasa dinamakan dengan mandi janabat alias mandi wajib.

Mandi memiliki dua syarat ;
1. Niat
2. Mengalirkan air ke seluruh tubuh.

Sedangkan hukum mandi wajib sendiri ada dua, yaitu ;
1. hukumnya wajib jika tidak dilakukan berdosa. Jika dilakukan mendapat pahala.
2. Hukumnya sunnah jika tidak dilakukan tidak mengapa, tapi jika dilakukan mendapat pahala

Mandi menjadi wajib hukummnya apabila ;

1. Apabila ke luar mani (mani laki-laki itu kental dan putih, sedang mani perempuan encer dan kekuningan).
Yang ke luar dari fajri (alat kelamin perempuan) adalah ;
a. kencing, hukumnyanajis. Wajib wudlu jika ingin shalat.
b. wadi, kental ke luar biasanya mengiringi kencing. Hukumnya najis. Wajib wudlu jika ingin shalat.
c. Haid, hukumnya najis. Bila pakaian terkena haid, cuci dan kucek hingga nodanya menghilang dan hilang
najisnya.
d. Darah istiadhah, hukumnya suci, boleh tetap shalat. Karena ini adalah darah penyakit. Ke luarnya di luar
kebiasaan haid. Misalnya bagi yang biasa haid 7 hari, maka jika haidnya sampai 10 hari, berarti 3 hari itu
adalah darah istiadhah.
e. Mazi adalah cairah bening bergetah, ke luar ketika terangsang. Najis hukumnya dan harus wudlu. Jika terkena
pakaian juga harus dicuci.
f. Mani adalah air yan gke luar memancar diikuti rasa nikmat dan menurunnya syahwat. Wajib mandi.

2. Wanita wajib mandi bila
a. bermimpi dan melihat di pakaiannya ada mani.
b. bila berhubungan badan
c. apabila bersih dari haid dan nifas
d. kafir masuk Islam
e. apabila meninggal dunia.
Untuk laki-laki wajib mandi ketika akan shalat Jumat.

Mandinya Rasulullah adalah mandi yang seperti diutarakan oleh istrinya Ummu Aisyah dan Ummu Maemunah.
Menurut Aisyah, yang dilakukan Rasulullah adalah ;
1. mencuci kedua tangan
2. berwudlu sebagaimana wudlu untuk shalat
3. memasukkan jari ke bejana
4. menyela-nyela ke akar rambutnya sehingga kulit terasa basah
5. mengalirkan air ke kepala dengan tiga kali ciukan.
6. sira ke seluruh badan

Menurut Maemunah adalah ;
1. cuci kedua tangan 2 sampai 3 kali
2. menuangkan air dari tangan kanan ke tangan kiri
3. cuci kemaluan
4. menggosokkan telapak tangan kiri ke tembok (ini sunnah yang sering dilupakan)
5. mencuci tangan
6. berkumur
7. instinja(membersihkan diri dari hadast kecil dan besar)
8. mencuci wajah
9. mencuci tangan
10. mengusap kepala
11. mengalirkan air ke seluruh tubuh
12. Mencuci kaki

Dan yang utama dalam mandi janabah adalah menyatukan dua pendapat di atas dengan tata cara ;
1. Niat
2. Membaca Basmallah
3. Mencuci tangan
4. Cebok
5. menggosok tangan
6. Berwudlu
7. Menyela air ke akar rambut
8. Menyiram seluruh tubuh

Untuk mandi haid, bukalah ikatan rambut dan gunakan daun bidara sebagai sunnah untuk wewangian. Digunakan untuk cebok.

Menulis Buku Apa?

Menulis buku apa?
Penulis buku apa? Anak? Remaja? Atau dewasa?
Pertanyaan seperti itu sering mampir ke saya. Ada yang bertanya bukunya apa? Penulis spesialisasi apa dan lain sebagainya?

Jujur sejak awal pertama menulis, saya berjuang untuk mampu menguasai jenis tulisan. Standar mampu untuk saya adalah ketika tulisan saya bisa menjadi juara lomba, itu artinya saya bisa berkata, “yes, memang bisa disematkan standar itu pada saya.”
Itu standar saya loh. Penulis lain berhak punya standar yang berbeda dengan saya tentu saja.

Penulis apa?
Saya mencintai semua jenis tulisan yang saya buat. Entah itu artikel maupun cerpen. Entah itu feature ataupun cerbung atau bahkan novel.
Fiksi untuk saya menghaluskan perasaan. Makin sering menulis fiksi, makin haluslah perasaan saya. Tapi juga harus hati-hati nanti terjebak halusinasi. Alias jadi suka berimajinasi. Kadang di tengah jalan, ketika sedang naik motor saya kaget sendiri ketika ada yang mengklakson. Rupanya saya sedang melamun.
Kadang kalau terlalu banyak menulis fiksi, terhampar dunia rekaan kita di hadapan kita. Sehingga ketika bertemu seseorang seringnya kita berpikir, sepertinya saya pernah bertemu dengan orang ini sebelumnya.
Non fiksi untuk saya berfungsi untuk mengasah logika. Dengan menulis non fiksi saya harus berjuang menambah daftar bacaan saya.
Mungkin karena otak kanan dan kiri saya seimbang, maka saya tidak bisa bilang saya cenderung di mana.

Menulis apa?
Buku anak, remaja dan dewasa adalah seperti memasuki dunia lain untuk saya.
Dengan menulis naskah anak, saya sungguh seperti ditarik kembali ke masa anak-anak, di mana tidak peduli ketika saya memanjat pohon mangga paling tinggi dan berteriak dari atasnya. Meskipun tetangga di bawah mengelus dada dan teriak-teriak menyuruh saya turun, karena takut jatuh.
Buku remaja seperti menarik saya pada sebuah masa remaja ketika SMP, di mana saya lompat pagar pembatas lapangan. Hingga pulang dalam keadaan kaki keseleo.
Dan buku dewasa adalah cerminan saya. Impian yang saya pendam, pengalaman yang tidak saya ungkapkan, semua bebas saya tulis dalam naskah dewasa. Juga solusi sebuah permasalahan.

Jadi kalau ada yang tanya lagi setelah saya jawab bahwa saya adalah penulis. Maka saya akan menjawab bahwa saya menulis semuanya. Anda mau memberi order tulisan apa pada saya?

Pilih Buku Digital atau Buku Cetak?

Pilih buku cetak atau digital?
Pertanyaan ini buat orang lain mudah menjawabnya, tapi sebagai pencinta buku, yang suka aroma harumnya kertas. Yang suka melihat perubahan kertas putih menjadi kuning. Yang sering menjaga hati-hati agar yang meminjam buku, lembarannya tidak sampai sobek.

Ebook alias buku digital atau buku versi cetak?
Sya la la la, saya harus berpikir keras sekali. Ini bukan sekedar masalah memilih. Ini adalah pilihan panjang karena ikatan masa lalu.
Saya hidup dan terpuaskan dengan buku cetak.
Saya bahagia dengan hadirnya buku cetak.Bisa dibawa ke kamar dan dibaca walaupun akhirnya ketiduran dengan buku menutupi wajah. Teman malah pernah meminjam buku novel tebal punya saya dan ujungnya dia memberi laporan. Bukunya kecemplung bak kamar mandi, karena dia bacanya sambil buang air besar.

Banyak suka dukanya memiliki kecintaan pada buku. Yang jelas buat saya sukanya lebih banyak dari dukanya. Orang mau suka atau tidak suka dengan kesukaan saya, yang penting karena buku saya sudah menjelma menjadi manusia seperti sekarang ini.

Tapi zaman memang berubah cepat. Wusss.
Tentunya saya tidak bisa bilang dengan seenaknya bahwa buku digital tidak berguna untuk saya. Buku cetak saya suka. Tapi kapasitas penyimpanan buku di rumah sudah penuh di sana di sini di situ di ujung sana. Semua ruangan penuh buku. Gak ada yang protes di rumah, tapi saya tetap harus tahu diri. Tahu diri kalau rumah sempit dan harus ada ruang untuk yang lain.

Maka saya mulai melirik buku versi digital.
Banyak loh buku-buku digital yang recommended. Itu juga saya download di komputer bukan di HP. Alasannya karena saya menyayangi mata tua saya. Terlalu banyak buka HP, maata akan mudah memerah dan sakit.

Tidak ada wangi kertas, tapi efisien tidak memakan tempat. Karena saya masukkan di komputer paling kalau komputer error dan file hilang, saya bisa mendownloadnya lagi.
Tidak bisa dipinjamkan. Uhum ini aman dari tangan peminjam yang seringnya lupa mengembalikan. Meskipun jadi berkurang pahala saya karena itu.

Untuk saya sekarang buku versi digital dan cetak sama saja.
Yang penting manfaatnya masih bisa saya dapatkan.

Pada Bayangan Stupa di Borobudur

Riama menghentikan langkahnya. Kaki kecilnya berhenti pada sebuah anak tangga. Lalu menoleh ke belakang sambil tersenyum.
“Siapa yang bisa naik ke atas lebih dahulu…”
Riama tersenyum. Puluhan anak tangga. Dari satu relief ke relief lainnya. Alvin sengaja memberikannya setumpuk majalah lama. Lalu bercerita tentang beberapa relief di candi.
“Porno…,” ujar Riama berapa kali menunjuk gambar di majalah.
“Iya. Porno. Pelajaran kehidupan. Kita toh tidak melakukan seperti itu.”

Riama berdiri.
Menarik napas panjang. Solo Magelang ditempuh dalam waktu enam jam. Bermacet ria dalam sebuah mobil, masih harus antri di pom bensin demi untuk mengantri di toilet kecil.
“Kenapa ke Borobudur?”
Riama menarik napas panjang. Entah kenapa bangunan gagah bernama candi Borobudur itu begitu kuat menariknya. Ia seperti ditarik ke masa lalu keras. Ia seperti ditantang untuk menyelesaikan apa yang sebelumnya tidak pernah selesai.
“Kalau macetnya seperti ini, nanti kita pulangnya lewat jalur alternatif.”
Riama mengangguk saja. Enam jam perjalanan dari Solo menuju candi Borobudur, belum lagi harus kesulitan mencari tempat parkir.
“Apa bagusnya di sini, Ibu?”
Riama hanya tersenyum. Sebuah kenangan yang kadang-kadang masih menelusup masuk ke dalam ingatannya, memang harus dienyahkan dengan sempurna. Dan ini salah satu jalan yang harus ditempuhnya.
Sekarang Riama berada di bagian bawah candi. Memandangi relief-relief yang terpahat pada dinding candi.
Pada satu relief candi yang ia sentuh dengan jemarinya, ia seperti tersengat. Lalu matanya terpejam. Sebuah layar seperti terbuka di benaknya.

Mereka berjalan berdua. Bersisian. Lalu Alvin berhenti. Menunjukkan satu relief.
“Porno!” Riama melotot.
Alvin memang sengaja mengajaknya ke Candi Borobudur untuk meneliti relief candi seperti yang ia baca di buku. Ada banyak hal yang harus diteliti. Alvin juga menjelaskan tingkatan candi. Relief yang berkesan porno semakin ke atas semakin bersih dari hal itu.
“Hidup ini, semakin menuju kepadaNYA, harusnya semakin membersihkan hati.”
Riama mengangguk. Tangannya terus bergerak.

Solo Magelang dengan sepeda motor. Dua jam perjalanan. Dari satu candi ke candi lain. Membiarkan Romo berbisik pada Ibu tentang kecurigaan akan hubungan mereka berdua. Ransel besar Riama berisi catatan. Alvin akan menunjukkan tempat-tempat yang membuat Riama melotot lalu bersyukur. Cuma dengan Alvin segalanya jadi menyenangkan. Alvin memberinya banyak ilmu selain ilmu ilmu yang ia dapat dari bangku kuliah.
“Kamu tahu, kalau bisa menginap di desa sini dan menyaksikan matahari terbit. Ujung candi seperti sebuah teratai di lautan awan.”

Riama tertawa.
Romo membekalinya dengan ketegasan untuk boleh berteman dengan siapa saja, tapi bisa menjaga harga diri sebagai wanita.
“Pernah Santi menginap….,” kalimat itu terhenti.
Riama menarik napas panjang. Entah kenapa setelah itu relief yang menurut Alvin mengandung banyak daya magis jadi terasa biasa saja oleh Riama.

“Bagaimana aku bisa naik sampai atas?”
Riama membuka matanya seperti tersadar. Film di benaknya berhenti seketika dan membuat ia memandang ke atas.
Borobudur pada musim lebaran dipenuhi lautan manusia. Lalu para menusia itu berebut naik ke puncak, hingga anak tangga dibagi menjadi dua jalur untuk naik dan untuk turun. Beberapa orang membuang sampah seenaknya. Yang lain membuat satpam bekerja lebih keras lagi, karena duduk-duduk di stupa.

“Kamu bisa naik tangga putar dari arah sana…,” sebuah suara menyambut dari tempat lain.
Riama mengangguk.
Lalu terdengar suara langkah kaki berlari. Tidak lama kemudian terdengar teriakan dari atas. “Aku sudah sampai di atas, Ibuuuuu.”
Riama melambaikan tangannya.

Ia pernah sampai di atas. Terengah-engah. Lalu berteriak keras. “Alviiin, aku sudah sampai di atas. Capeeek.”
Seorang Alvin pada saat itu hanya melambaikan tangannya. Tidak lama kemudian menyusulnya ke atas dan bicara. “Nira ingin sekali ke sini. Mau tahu apa benar majalah-majalah dan buku yang aku pinjamkan tentang candi ini. Seperti kamu ia ingin melihat langsung relief candi dari bawah sampai ke atas.”
Riama terbakar.
Ia seperti merasakan mata Romo yang melotot setiap kali ia ijin untuk pergi meneliti candi bersama Alvin. “Kenapa kamu ndak meneliti resep masakan ibumu di dapur biar bisa jadi perempuan yang komplit?”

Matahari sebentar lagi tenggelam. Jemari Riama menyentuh relief candi.
“Kamu di sini terus? Mengenang apa?”
Riama tertawa memeluk pinggang suaminya. Handoko selalu paham perasaannya. Minggu lalu, ketika reuni digelar, Riama tersadar.
Sebuah cerita mengalir dari bibir para temannya tentang Alvin. Play Boy cap kerupuk itu sekarang sengsara hidupnya. Ia menjadi duda yang ditinggalkan istrinya. Pekerjaannya menjadi juru parkir di depan sebuah rumah makan.
“Kadang-kadang kekonyolan masa lalu harus dikenang, untuk membuat kita sadar, betapa beruntungnya kita sekarang,” ujar Riama mengerling pada suaminya.

“Ibuuu…!” sebuah teriakan terdengar.
Tangan Riama terbuka. Dua anak berlarian menuju pelukannya.
Pada bayangan stupa di Borobudur, ia beryukur. Hidupnya tidak sekelam malam tanpa bintang.

Pernikahan itu Harus Melejitkan Potensi Bukan Mematahkan Potensi

Dan Dia (Allah) yang mempersatukan hati mereka (orang yang beriman). Walaupun kamu menginfakkan semua (kekayaan) yang berada di bumi, niscaya kamu tidak dapat mempersatukan hati mereka, tetapi Allah telah mempersatukan mereka. Sungguh Dia Maha Perkasa Maha Bijaksana (QS Al Anfal ayat 63)

Sebuah ayat dalam surah yang berkisah tentang rampasan perang. Tapi ayat itu ada di kartu undangan yang Bapak buat untuk pernikahan saya. Terkejut saya membacanya ketika menyadari bahwa ayat ini berbeda dengan ayat-ayat umum dalam yang sering hadir di kartu undangan pernikahan. Bapak ingin memberikan sesuatu pesan pada saya, dan itu yang harus saya pertahankan.

Pernikahan.
Penyatuan lelaki dan perempuan dalam satu tempat bernama rumah tangga. Pernikahan itu bukan kurungan atau penjara. Pernikahan itu sebuah ruang besar yang dikelola bersama dan masing-masing memegang kunci satu pintu yang tersedia. Pernikahan buat saya adalah sebuah ruang kreatif, di mana salah satu pasangan memiliki waktu untuk memperhatikan pasangannya. Dan menemukan potensi si pasangan, lalu akhirnya potensi itu bisa membuat pasangan bahagia, karena ia punya sesuatu yang bisa membuatnya berharga.

Bagaimana cara agar kita dan pasangan bisa saling melejitkan potensi? :

1. Rumah tangga adalah tempat dua manusia saling bekerja sama, maka buat komitmen itu di awal menikah, untuk melakukan hal itu.
2. Buat komitmen juga untuk terbuka satu dengan yang lain. Setelah pada Sang Pencipta, maka rahasia teraman adalah dibagi pada pasangan, bukan orang lain. Dengan begitu tumbuh saling kepercayaandan, dan akan tertutup celah untuk masuknya orang lain.
3. Tunjukkan daftar mimpi kita pada pasangan dan pasangan juga begitu sebaliknya. Lalu berjanjilah untuk bersama-sama membantu impian-impian itu terwujud.
4. Andai hanya salah seorang yang memiliki mimpi dan pasangan sudah merasa nyaman dalam hidupnya, gandeng pasangan untuk melangkah bersama menuju mimpi kita. Tulari semangat kita, sehingga pada akhirnya pasangan memiliki mimpi juga.
5. Meskipun bersama, bukan berarti ke mana-mana harus berdua. Karena itu tetap sediakan ruang untuk teman dan yang lainnya. Kuncinya adalah saling menjaga kebersamaan.
6. Siap sedia untuk menjadi kasur yang empuk untuk yang terpuruk. Jika kita yang terpuruk, pasanganlah kasur yang empuk untuk itu. Sedang jika pasangan yang terpuruk, kitalah yang harus siap menjadi kasur itu.