Dania Gadis Bandara

Dania Gadis Bandara

Ayah mengangkat tubuh Dania dalam posisi tengkurap. Tangan Ayah tegak lurus ke atas. Kedua telapak tangan Ayah yang kuat mencengkeram pinggang Dania.
“Terbang, Ayah….” Dania bersorak.
Di pinggir rel kereta api di antara angin yang berembus cukup kencang. Jilbab Dania ujugnya berkibar terkena angin.
“Rentangkan tanganmu..,” Ayah berteriak.
Dania mengangguk, merentangkan kedua tangannya seperti sayap pesawat.
Wuss….
Ayah berputar kencang dengan tubuh Dania yang masih diangkatnya.
“Aku bisa terbang, Ayah…!”
Sore itu di pinggir rel kereta api. daun-daun bergerak diembus angin. Dania gadis kecil bermata bulat memejamkan kedua matanya.
Kejadian “terbang” bersama Ayah itu membuat Dania selalu ingin terbang. Majalah bekas kepunyaan Ayah yang Ayah beri bergambar pesawat selalu Dania baca.
Sampai suatu hari, Ayah Dania hilang di laut ketika diajak mencari ikan oleh tetangganya yang memang punya hobby mencari ikan di laut.
Tetangga itu pulang dalam keadaan sudah meninggal.
Ibu Dania akhirnya menitipkan Dania di rumah kerabatnya dekat bandara.

Based on true story.
Kisah ini lama sekali saya ingin tulis. Tapi saya endapkan.
Hingga dua tahun yang lalu saya kembali survey ke beberapa bandara untuk memastikan setting yang saya buat tidak melenceng dari alur bandara saat ini.