Akhiran “Pun” dan “Lah”

Saya sering salah dalam menuliskan hal ini. Karena itu, saya juga ingin kesalahan saya tidak dilakukan penulis lain.

Partikel pun ditulis terpisah dari kata yang mendahuluinya. Kecuali untuk kata-kata yang dianggap sudah jadi kesatuan utuh seperti :
adapaun, andaipun, ataupun, bagaimanapun, biarpun, kalaupun, kendatipun, maupun, meskipun, sekalipun, sungguhpun, walaupun.

Untuk partiel lah, dan kah ditulis serangkai dengan kata yang mendahuluinya seperti :
apalah, sudahkah, bukankah, tulislah dan lain sebagainya

Ini juga beberapa kata yang sering membuat saya menulis.
Kata-kata di bawah ini, harus ditulis disambung bukan dipisah :
kacamata, beasiswa, halalbilahal, sukacita, sukarela, marabahaya, olahraga, lokakarya, darmawisata, dukacita, belasungkawa, saputangan, saripati, segitiga, silaturahmi.

Untuk penempatan koma, saya juga sering salah.
Penempatan koma yang benar adalah :

1. Sebelum kata-kata berikut tidak boleh ada tanda koma.

bahwa, karena, agar, sehingga, walaupun, meskipun, kendatipun, apabila, jika, supaya, ketika, sebelum, sesudah, andaikata, sungguhpun, sekalipun, setelah, dan sebagainya.

2. Ungkapan penghubung antara dua kalimat, barulah diikuti oleh koma.

oleh karena itu, padahal, malah, oleh sebab itu, meskipun begitu, lagi pula, kalau begitu, selain itu, bahkan, jadi, namun, meskipun demikian,