Bermacam-macam Majas

Majas?
Bingung artinya, kan?
Majas dalam kamus Bahasa Indonesia artinya cara melukiskan sesuatu dng jalan menyamakannya dng sesuatu yg lain; kiasan.

Terus apa gunanya majas untuk menulis.
Secara teori memang pusing jika memikirkan hal itu. Apalagi buat saya yang lebih suka mengajarkan menulis secara praktik ketimbang teori. Tapi tentunya sebagai penulis, kita wajib menambah ilmu dan menambah pemahaman. Sehingga yang hadir nanti bukan sekedar ilmu menulis, tapi ilmu mengenal lebih dalam lagi bahasa dan pernak-perniknya.

Paling tidak, ilmu tentang majas ini akan berguna ketika kamu membaca ulang tulisan kamu. Kalimat-kalimat yang biasa kamu dengar, dan biasa kamu tulis, ternyata adalah salah satu bentuk dari majas yang ada.
Saya hanya berikan majas yang umum saja dipakai.

Ada bermacam-macam bentuk majas, yaitu :

1. Majas Personifikasi yaitu majas yang memberikan sifat-sifat manusia pada benda mati.
Contoh :
– Ombak berkejar-kejaran di laut.
– Pohon kelapa melambai tertiup angin.

2. Majas Hiperbola yaitu majas yang melukiskan sesuatu secara berlebihan.
Contoh :
– Petir menggelegar memecahkan gendang telinga.
– Ceramah itu membius warga desa.

3. Majas Metafora yaitu majas yang membandingkan benda secara langsung. Dan perbandingan ini bukan dalam arti sebenarnya, tapi hanya sebagai lukisan.
– Si Jago merah artinya api
– Kutu buku artinya orang yang suka membaca
– Raja Siang artinya matahari
– Kembang desa artinya seorang gadis yang paling cantik di desa
– Lintah darat artinya rentenir

4. Majas Eufisme yaitu majas yang mengungkapkan sesuatu dengan kata-kata lebih sopan.
Contoh :
– Tuna rungu (tuli)
– Tuna netra (buta)
– Tuna wicara (bisu)
– Tuna karya (pengangguran)

5. Majas Metonimia yaitu majas yang menggunakan sepatah dua patah kata yang merupakan merk sebuah benda.
Contoh :
– Kakakku pulang membawa Yamaha
– Saya ingin membeli Daihatsu
– Saya ke warung membeli Indomie

6. Majas Asosiasi adalah majas perbandingan dua hal yang berbeda tapi dianggap sama.
Contoh :
– Tingkah lakunya bagai bulan kesiangan
– Tekad Anton sekeras baja
– Mukanya pucat seperti mayat