Awalan dan Kata Depan

Ada awalan, ada kata depan. Masing-masing memiliki fungsi tersendiri. Masing-masing memiliki cara penulisan sendiri. Saya sendiri awalnya juga bingung. Tapi harus mau untuk terus-menerus belajar, karena sebagai penulis, apalagi yang sudah menulis lama, kesalahan sedikit saja akan dipandang luar biasa oleh orang lain.

Ini panduan ringkas dan singkat saja.
Anak-anak di rumah jika saya ajarkan, bisa dengan mudah memahaminya.

AWALAN itu ditulis serangkai.
KATA DEPAN, menunjukkan tempat itu, harus ditulis terpisah.
Dua poin penting itu yang harus diingat.

Jadi kalau saya mengajarkan anak-anak, bisa dengan contoh.
Di sekolah, di rumah, di apotik, di hutan adalah kata depan. Jadi harus dipisah.
Di mana, di sana, di sini, di kursi adalah kata depan.

Dimakan, dicubit, diambil, ditendang, adalah awalan. Jadi harus ditulis tidak perlu dipisah.

Jika kamu merasa susah sekali membedakan di untuk kata depan atau awalan, mudah kok cara membedakannya.
Kamu ubah saja di itu menjadi me, maka dari situ kamu bisa mengambil kesimpulan di itu sebagai kata depan atau sebagai awalan.
Jika terasa janggal, dan aneh, maka sudah dipastikan kalau itu adalah kata depan, bukan awalan.

Misalnya.

Di sana kamu ubah di menjadi me. Maka kata itu berubah menjadi me mana.
Di hutan kamu ubah di menjadi me. Maka kata itu berubah menjadi me mana.
Janggal, kan?
Maka sudah bisa dipastikan kalau di yang itu adalah kata depan.

Jika di sebagai awalan, diubah dengan me, tidak terasa janggal.
Dimakan. Tetap terasa enak jika diubah menjadi memakan.
Dirampas. Tetap terasa enak jika diubah menjadi merampas.