Nominasi IKAPI IBF AWARD 2013

kakakku tersayang

Apa ya jadinya jika ada seorang anak yang biasa terkenal karena kenakalannya tiba-tiba menderita sakit
leukimia?
Kak Farhan yang nakal yang suka mencuri bunga hanya untuk dijadikan koleksi karena ia suka menanam bunga-bunga ternyata menderita kanker darah alias leukimia.
Penyakit itu awalnya tidak disadari karena Farhan tidak mengeluh dan selalu menyembunyikan ketika hidungnya ke luar darah alias mimisan.
Dara takut kehilangan kakaknya yang nakal tapi sayang padanya.
Kak Farhan memandang Dara. “Ummi bilang aku sakit apa?”
“Sakit…,” Dara mencoba mengingat-ingat.
Kak Farhan mengangguk. “Aku tahu, kok. Ummi yang kasih tahu. Kata Ummi, aku harus tahu penyakitku biar kalau berdoa bisa bilang sama Allah agar penyakit kankerku ini bisa disembuhkan.”
“Terus?”
“Terus kalau aku sembuh, ya.., aku main terus dong.”
“Tapi kalau…”
“Kalau mati?” Kak Farhan melotot. Memandang pada Dara. “Aku masih kecil, kan? Jadi bisa masuk surga.”
“Tapi Kakak nakal.”
“Tapi sekarang tidak nakal lagi.”
“Tapi Kakak suka lupa shalat, kan?”
“Tapi sekarang sudah shalat terus.”
“Tapi nanti aku sendiri!” Dara berteriak. “Memangnya Kak Farhan berani di kuburan sendiri?”
Kak Farhan diam. Memandang ke langit lalu menggelengkan kepalanya (hal 109-110).

Segala informasi Dara usahakan cari tentang penyakit itu lewat buku yang dipinjam dari temannya.
Hingga akhirnya dokter mengatakan penyakit Kak Farhan sudah parah. Tapi Farhan bertekad untuk sembuh agar ia bisa masuk pesantren seperti keinginan orangtuanya.

Buku ini menjadi nominasi sebagai buku fiksi anak terbaik dalam IKAPI IBF Award 2013
Novel ini akan membuat anak-anak paham makna kasih sayang antara kakak dan adik yang sebenarnya.

Novel ini penulis angkat dari pengalaman beberapa kali dekat dengan penderita leukimia.

Beberapa penulis juga menulis resensi tentang buku ini.
Bisa dilihat di
http://www.rimanews.com/read/20140714/161415/sayang-dan-kehilangan
http://diarybukuyanti.blogspot.com/2014/02/kakakku-tersayang-nurhayati-pujiastuti.html
http://cerpeneddelweissnaqiyyah.blogspot.com/2013_05_22_archive.html