Oh Mimpi

1897700_623539411088913_978895359151246690_n

Mimpi itu buat saya bukan sekedar bunga tidur. Mimpi itu seringnya malah jadi kenyataan, ketika kejadian di alam mimpi persis seperti di dunia nyata. Maklum mimpi saya masih seperti mimpi anak-anak. Kadang saya jadi burung, atau jadi peri.
Teori yang saya tahu tentang mimpi datangnya dari Sigmund Freud bahwa makna utama dari mimpi adalah pemenuhan keinginan (wish-fulfillment) dari alam bawah sadar. Mungkin saja ketika tidur saya membawa banyak keinginan hingga semuanya keluar dalam bentuk mimpi.

Tapi mimpi saya lucu. Pernah saya bangun dengan tangan tergenggam dan marah dengan orang yang saya lihat pertama kali. Jelas saya mengomel karena di dalam mimpi itu, seorang memberikan uang dan saya menyimpannya dalam genggaman. Tapi ketika saya terbangun dan genggaman saya buka, isinya kosong.
Pernah juga kaki saya sakit dan saya dibangunkan. Rupanya saya mimpi sedang melakukan salto dan jatuh. Jadi dalam tidur saya angkat kaki tinggi-tinggi.
Sering juga saya mimpi terbang dan ketika terbangun tangan saya seperti sayap yang sedang terkepak.
Saya juga sering menemukan mimpi yang menjadi kenyataan beberapa hari sesudahnya.

Pernah saya bermimpi memenangkan suatu lomba berhadiah uang yang nilainya cukup besar. Di dalam mimpi itu saya menerima dua amplop yang ketika saya buka, ada tulisan bahwa saya memenangkan lomba dengan hadiah berupa uang.
Tiga hari kemudian, pak pos datang membawa surat yang sama dengan mimpi saya dan membawa isi yang sama. Saya memenangkan dua kriteria pada lomba tersebut.
Pernah juga saya bermimpi nilai buku di tabungan saya bertambah cukup besar. Sampai-sampai saya kaget dan ingat betul ketika bangun. Dua minggu kemudian ternyata ada pemberitahuan saya memenangkan sebuah lomba dengan nilai nominal yang sama seperti tertera di dalam mimpi.
Dengan alasan mimpi itu maka saya seringnya suka sekali tidur. Tapi tidur yang bisa memberikan mimpi dengan efek seperti kenyataan itu sayangnya hanya berlangsung di malam hari. Bukan di siang hari. Karena itu kalau bukan karena letih, saya amat jarang tidur siang.

Ada mimpi yang membuat suami tidak bisa bersembunyi. Sering dalam sebuah mimpi, saya bermimpi suami mendapatkan uang atau barang baru. Dan ketika saya tanya, rupanya ia baru dapat tambahan rezeki dari pekerjaan lain.
Mimpi-mimpi seperti itu saya sendiri tidak tahu kapan dimulainya. Seingat saya, sejak kecil dulu saya suka bermimpi. Kadang lucunya, dulu ketika SD mimpi itu juga berisi soal ulangan yang akan muncul keesokan harinya.
Ada lagi mimpi yang sering juga membuat saya jengkel. Biasanya di dalam mimpi saya ditaksir cowok ganteng sesuai selera, tapi selalu saja berulang kali terjadi, di dalam mimpi itu saya selalu bilang kalau saya sudah punya suami.

Dulu juga ada mimpi yang membuat saya berani mengambil keputusan untuk memutuskan hubungan dengan mantan. Karena tiga kali saya bermimpi lari dari acara akad nikah dengannya.
Ada satu lagi mimpi yang unik. Itu karena Ibu saya bilang, jika mimpi memegang atau melihat kotoran (manusia) itu artinya saya akan mendapat rezeki. Dan mimpi seperti itu konyolnya yang paling melekat di benak saya. Jadi ketika saya bermimpi melihat kotoran, maka itu artinya akan ada rezeki untuk saya, berupa uang tentu saja.

Jadi suatu malam, saya terbangun dari tidur dan hampir muntah. Bagaimana tidak, saya mimpi sedang berenang di kolam renang berisi kotoran?
Awal-awalnya suami kaget. Tapi sekarang tidak lagi.
Jadi kalau pada tengah malam saya terbangun dan mendadak ingin muntah, itu artinya tidur suami akan semakin pulas ditambahi senyum.

**