Manisan Kolang-Kaling Semanis Kenangan Masa Lalu

Manisan Kolang-Kaling Semanis Kenangan Masa Lalu

Kolang kaling namanya. Itu makanan kesukaan saya sejak dulu. Entah kenapa selalu ada daya tarik sendiri melihat kolang-kaling ini atau biasa disebut buah atep.

Setiap kali diminta Ibu memotong kolang-kaling pada saat Ramadan, saya selalu senang. Senang karena nanti pas buka akan bisa menikmati makanan ini.

Kolang-kaling akhirnya jadi makanan kesenangan untuk saya. Kolak akan saya penuhi dengan buah ini, sampai seisi rumah bertanya. Kenapa kolaknya banyakan kolang-kalingnya?

Kolang -kaling ini ternyata memiliki banyak manfaat. Menurut penelitian, kadar vitamin C, kalsium dan zat besi akan makin bertambah seiring meningkatnya kematangan buah. Jadiii, semakin matang semakin banyaklah nutrisinya. Dan itu terdapat pada kolang kaling yang keras.. Sedang kandungan seratnya justru banyak terdapat di dalam kolang-kaling muda yang masih lunak.

Tapi itu data dari mbak google yang saya dapat. Buat saya sendiri si kolang-kaling ini manfaat banget untuk tulang tua yang sudah mulai suka berbunyi.

Nah, si kolang-kaling yang saya suka ini kemarin dapat di dekat rumah. Sekilonya dihargai 15 ribu. Ada sih yang 13 ribu. Tapi lebih kecil. Rencananya saya mau buat manisan.

Manisan kolang-kaling

Bahannya :

1 kg kolang-kaling

250 gram gula pasir.

3 lembar daun pandan

pewarna rasa pandan.

Cara membuat

Cuci kolang-kaling. Saya pakai air rendaman cucian beras.

Ulangi cuci dengan air bersih.

Masak sampai setengah matang bersama daun pandan.

Tambahi gula dan pewarna dan kayu manis bubuk 1 sdm.

Masak sampai airnya tersisa sedikit.

Dinginkan.

Masukkan kulkas./

Published by nurhaya3

Nurhayati Pujiastuti, owner Sanggar Mama Bilqis, Founder Penulis Tangguh, Kelas Merah Jambu dan Kelas Biru. Trainer Menulis.