Dalam Menulis Cinta dan Perjuangan Harus Kita Genggam

Berapa banyak buku-buku yang sudah saya hasilkan?
Entahlah, saya sudah tidak menghitungnya lagi.
Semua buku yang saya hasilkan istimewa. Tentu saja keistimewaan itu tidak terjadi begitu saja. Yang jelas, untuk setiap mimpi, saya yakin ikhtiar dalam berjuang meraihnya sangat penting.
Kalau sudah tidak berniat mengejarnya, mewujudkannya, maka jangan salah mimpi akan tetap kita genggam menjadi mimpi. Tidak bisa berbentuk menjadi kenyataan.

Ini buku-buku solo saya.
Impian yang saya genggam selama dua puluh tahun sejak awal menulis. Ingin punya buku yang tertulis nama saya di sampulnya.
Jauh sebelum ada buku-buku terbitan indie tentu saja, dan digital printing dikenal.
Proses membuat buku tidak semudah seperti sekarang ini.

Berapa lama saya berjuang dalam menulis?
Ketika anak lain masih sibuk bermain, saya juga ikutan bermain. Tapi lebih suka main yang ada tantangannya seperti yang ada di buku yang saya baca. Seperti menerobos bandara, masuk ke museum dan lain-lain.
Ketika anak lain pulang sekolah langsung pulang, saya lebihi suka memilih jalan kaki untuk sampai ke rumah. Jalan 1 jam. Sepanjang perjalanan bisa melihat banyak hal. Yang saya lihat itu yang saya tulis.
Ketika yang lain asyik menonton televisi, saya asyik membaca buku dan mengirim tulisan ke koran dan majalah anak pada masanya.
Saya bahkan menjadi anggota beberapa perpustakaan yang ada sejak zaman SD sampai kuliah.

Mau sampai kapan menulis.
InsyaAllah saya akan menua bersama pena.

Published by nurhaya3

Nurhayati Pujiastuti, owner Sanggar Mama Bilqis, Founder Penulis Tangguh, Kelas Merah Jambu dan Kelas Biru. Trainer Menulis.