Suwidak Loro dan Sebuah Buku di Masa Lalu

Suwidak Loro dan Sebuah Buku di Masa Lalu

 

Suwidak Loro. Melafalkannya agak susah untuk anak zaman sekarang. Apalagi untuk lidah bukan lidah asli Jawa Tengah.
Suwidak Loro adalah kisah tentang sebuah cerita yang membuat saya terkagum-kagum di sama kecil. Buku itu saya dapat meminjam dari buku milik anak seorang guru.
Bersyukurlah saya, dulu tinggal di sebuah rumah dinas, yang sebagian besar penghuninya akrab dengan buku.

Suwidak Loro, dari judulnya saja membuat saya tertarik membacanya.
Isinya tentang gadis dengan 62 helai rambut di kepala. Memiliki Ibu yang sangat mencintainya dan selalu berkata padanya, kelak Suwidak Loro akan menjadi istri raja.

Suwidak Loro dalam buku lama itu tidak ada gambarnya. Tapi saya bisa membayangkannya di kepala saya.
Lalu ketika sudah menjadi Ibu, saya ingin mengenalkan kisah itu ke anak-anak saya, dan saya mencari buku dengan gambaran yang paling pas untuk kisah tersebut.

Buku Suwidak Loro ini yang menurut saya paling pas dengan gambaran ketika saya anak-anak.
Nah di workshop Room to Read, akhirnya saya membuat Suwidak Loro versi anak. Dengan keinginan yang sama ingin ke istana. Tapi bukan karena ingin menjadi istri raja, melainkan ingin menghadiri pesta putri raja di istana.

Ada adegan membuat botok juga, makanan khas Jawa Tengah.
Yang paling saya suka adalah ilustrasi di buku ini. Jempol untuk ilustratornya. Bersyukur saya berjodoh dengan Danti ilustrator Suwidak Loro.

Untuk menulis tentang dapur Suwidak Loro, pihak penerbit juga mengajak makan di Gudeg Yu Djum dan mengambil sample gampar dapurnya.

Mau baca versi lengkapnya? Monggo meluncur di Literacy Cloud dan baca Suwidak Loro di sana.

Klik link ini bagi yang ingin membaca Suwidak Loro.

Published by nurhaya3

Nurhayati Pujiastuti, owner Sanggar Mama Bilqis, Founder Penulis Tangguh, Kelas Merah Jambu dan Kelas Biru. Trainer Menulis.