Buku Ramadan dan Haji, Buku Duet Bersama Adik

Jadi penulis sendiri di rumah?
Uhum, awalnya begitu. Tapi di rumah dari dulu buku adalah koleksi yang biasa kami punya. Bapak menularkan kebiasaan membacanya pada sebeagian besar anak-anaknya.
Dengan kebiasaan membaca ini, akhirnya mudah untuk saya mengajak anak ikutan menulis.
Adik saya dulu penyiar radio yang cukup dikenal di kota Solo. Pernah menjadi penyiar radio di salah satu stasiun radio ternama juga di Jakarta.
Ketika bekerja sebagai penyiar radio itu, dia terbiasa menulis script iklan. Jadi gampanglah untuk saya menggandengnya menulis buku.
Apalagi kitab-kitab tebal rujukan para ulama menjadi koleksinya saat ini.

Ceritanya saya mendapat pesanan dari penerbit Ziyad.
Saya minta adik saya untuk ikut.
Dibayar, kah? Dibayar dong. Karena ini kerja profesional bukan kerja karena persaudaraan semata.

Cara kerjanya seperti saya?
Saya berikan outline. Dan saya minta adik memilih bahasan yang ingin dia tulis. Saya beri tahu gaya menulisnya seperti apa.
Setelah jadi diserahkan ke saya, dan saya yang mengeditnya.
Begitu terus sampai naskah buku itu selesai.

Ini buku duet kami.
Isinya dibuat sesimple mungkin karena panduan untuk anak-anak. Orangtua yang belum terbiasa membaca juga akan mudah memahaminya.
Pinginnya sih ada buku duet yang lain.
Tapi kita lihat saja nanti.
Si adik sudah fokus dengan toko online miliknya.

Published by nurhaya3

Nurhayati Pujiastuti, owner Sanggar Mama Bilqis, Founder Penulis Tangguh, Kelas Merah Jambu dan Kelas Biru. Trainer Menulis.