Uniknya Rest Area KM 260B Banjaratmaja, Brebes

Ada banyak tempat untuk istirahat sepanjang jalan tol. Rest area di sepanjang tol dari Bekasi menuju Solo, biasa saja. Standar alias yang kami cari atau pemudik lainnya cari adalah, toilet bersih, musholla nyaman, syukur-syukur ada mukena bersih tersedia, dan rumah makan tidak diketok harganya, alias kalaupun harganya melonjak, tidak melonjak terlalu tinggi.

Tapi mudik kemarin kami dapat pengalaman berharga.
Tidak sengaja cari rest area di daerah Brebes. Karena berangkat dari Solo jam setengah sembilan, maka rencana kami akan istirahat setelah tiga jam perjalanan. Sekalian bisa salat zuhur dan asar dijamak, istirahat makan siang, istirahat sejenak, dan sedikit leyeh-leyeh.

Jam sebelas, mata saya mulai berkeliling lihat tanda rest area. Sudah ingin buang air kecil juga. Ada satu rest area tapi suami menggeleng. Katanuya rest areana kelihatan belum jadi. Iya, saya perhatikan, rest area itu baru berisi tenda-tenda saja.
Maka kami lanjut menuju rest area lainnya.
Akhirnya sampailah di rest area Km260. Lihat ada bangunan panjang, berpikirnya pasti ada masjid dan toilet yang enak.
Kami berbelok ke sana.
Tempat parkirnya luas. Masuknya diarahkan berputar-putar, seperti di lintasan balap mobil. Caris tempat parkir. Cari toilet.
Menuju bangunan panjang dan besar.
Seorang Ibu yang ditanya menunjuk toilet di dalam bangunan besar itu.
Daaan

Cantiknya Bangunan Kuno

Mata saya langsung dimanjakan dengan pemandangan keren, bernama bangunan tua dari bata merah yang tidak diplester semen. Ada banyak lubang-lubang seperti tungku.
Ada satu sangkar burung besar, di dalamnya diisi rumput, beberapa pohon, ada burung love bird, burung merpati dan beberapa jenis burung lainnya. Mungkin kalau pohon dan rumput dalam sangkar itu tumbuh besar, pemandangannnya akan jadi semakin indah.

Okelah, tujuan kami mencari toilet dan masjid. Terakhir makan.
Toilet sudah dapat di dalam bangunan bekas pabrik itu.
Pas di dekat toilet berjejer kios lukisan dan beberapa pelukis duduk di depan kios mereka. Seperti sedang ada pameran lukisan. Uniknya, lukisan di setiap kios itu memiliki karakter yang berbeda satu kios dengan kios yang lain.

Tapi di mana masjidnya?
Banyak kios penjual di sana. Dari toko baju khas seperti batik, ada juga telur asin dan bawang merah khas Brebes.
Seorang penjual remaja memberi tahu arah masjid.
Takjubnya berulang melihat bangunan besar yang sungguh artistik. Apalagi di depan bangunan itu ada lokomotif sebagai hiasan.

Kami masuk ke dalam masjid.

Di dalamnya ada kolam ikan mengalir. Hawa di dalam masjid segar sekali. Mungkin karena banyak bukaan di mana-mana. Mukenanya bersih. Tempat wudu nyaman.
Seorang Ibu berkata pada saya,”Alhamdulillah bisa dapat tempat istirahat yang enak begini.”
Iya, Alhamdulillah.

Sekarang urusan isi perut.
Lebaran kemarin saya pernah berhenti di rest area. Beli mi instant. Dan kami berenam total harga makanannya 150 ribu. Untuk mi instant. Rasanya gimanaaa gitu.
Jadi akhirnya kami mulai belajar ngecek harga makanan.
Dan syukurlah, di rest area ini, pedagang menuliskan menu berikut harga makannya di spanduk. Jadi pembeli bisa melihat harganya.

Kami pilih satu restoran di pintu masuk paling ujung.
Menu ayam gepreknya pas. Hanya 20 ribu. Sambalnya juga pedas.
Warung makan Mas Bono. Meski tertera warung sate, tapi komplit hidangan di sana.


Iseng saya tanya mbak penjaga restoran ini, sejak kapan rest area ini dibuka. Oh ternyata sejak Maret 2019. Jadi lebaran kemarin malah saya tidak lihat rest area ini. Rezeki saya baru kemarin ini rupanya.

Akhirnya selesai.
Beluuum, saya dan Bungsu kebelet pipis lagi.
Padahal sih belum puas untuk keliling rest area cantik ini.
Dan ternyata kami berdua menemukan hal keren. Yaitu bursa buku.

Saking kagumnya dengan rest area ini, saya kirim fotonya ke teman.
Dan dia bertanya, apakah itu rest area bekas pabrik gula.
Penasaran dan saya browsing. Benar.
MasyaAllah saya malah terharu. Allah kasih kami sesuatu yang luar biasa tanpa kami rencanakan sebelumnya.
Oh ya kabarnya kalau malam, ada air mancur dari lampu-lampu di sana.
Jangan lupa, yaaa.
Rest area KM 260B Banjaratma, Brebes.

Published by nurhaya3

Nurhayati Pujiastuti, owner Sanggar Mama Bilqis, Founder Penulis Tangguh, Kelas Merah Jambu dan Kelas Biru. Trainer Menulis.