Lokakarya Bersama Fun Garden of Literacy

“Mbak Nur, tanggal 30 kosong? Minta tolong bantu pelatihan lagi seperti di Kalimantan.”
Ada WA dari mbak Sofie.
Tanggal 30 hari Sabtu. Jadwal hari Sabtu biasanya membuka rumah untuk anak-anak tetangga, atau anak teman yang mau belajar apa saja di rumah. Plus buka lemari buku, untuk dipinjamkan ke anak-anak.
Saya bilang kosong.
Mbak Sofie bilang, kegiatan ini diadaka oleh komunitas Fun Garden of Literacy. Acara ini khusus untuk para relawan dari Universitas Negeri Jakarta (UNJ). Fun Garden of Literacy itu komunitas yang didirikan oleh Palupi Mutiasih. Anak muda dengan segudang prestasi. Kalau lihat anak-anak muda seperti ini, rasanya saya ingin ditarik menjadi kembali muda. Agar bisa menebar manfaat lebih banyak lagi.

Apa yang harus saya lakukan?
Beberapa kali ikut kegiatan bersama Litara. Sudah paham apa yang harus saya lakukan.
Tandem berbagi ilmu sesuai rancangan rundown acara. Mbak Sofie yang membuat jadwalnya. Hanya bertanya lebih dahulu, apakah saya mau berbagi ilmu tentang tokoh yang kuat?
Saya siap saja. Karena memang akhirnya jiwa raga sudah tercurah untuk pictbook. Sudah lebih mudah untuk menuliskannya dan paham ilmunya.

Seperti biasa, saya membawa andalan saya.
Apalagi kalau bukan satai gambar dan buku-buku mini.

Acara dimulai pukul 9.30. Tapi peserta baru segelintir yang datang.
Tidak mengapa. Yang penting komitmen saya, jangan sampai saya sebagai narasumber datang terlambat. Kemarin itu masuk hitungan terlambat saya. Lima menit sebelum jam baru datang.
Tapi ternyata acara bergeser hingga ke jam 10. Satu-persatu peserta pun datang.
Acara dimulai.

Sesuai rundown, mbak Sofie sebagai direktur Litara foundation yang membuka acara, menjelaskan tentang buku ramah anak.
Mbak Sofie ini, ilmu tentang buku anaknya luar biasa.
Saya juga ikut belajar dan mencatat dari penjelasan beliau.
Apalagi sebagai penerbit, mbak Sopfie menyimpan banyak arsip naskah buku Litara, yang diterbitkan di Room to Read dan Lets Read. Jadi mata peserta dimanjakan dengan banyak contoh buku menarik. Standar Internasional tentu saja.

Jatah saya apa?
Jatah saya menerangkan tentang karakter tokoh yang kuat.
Ice breaking dulu pertama.
Biar peserta serasa menjadi anak-anak kembali.

Jatahnya saya berbagi ilmu.
Seperti biasa, saya selalu bawa laptop. Tapi itu untuk jaga-jaga. Karena saya pikir, saya duet dengan pakarnya. Jadi jatahnya saya di bagian praktik saja.

Kita belajar tentang karakter yang kuat dengan panduan satai gambar.
Peserta juga diajarkan tentang ide-ide yang unik.

Jadi setiap peserta melontarkan tentang ide yang unik, peserta akan diminta berpikir, sudah kuatkan karakter tokohnya? Sudah unik, kah idenya?
Yang seru dari setiap acara pelatihan adalah ketika peserta berkata ,”Waah, ternyata susah, ya, bikin cerita anak.”

Acara berakhir jam 15.30.
Mbak Sofie harus kembali ke Bandung.
Tapi peserta kenyang. Karena pagi sudah diberi roti, dan siang sudah diberi makan siang oleh panitia.
Saya dan

Dan seperti biasa, kita pun berfoto bersama.

Published by nurhaya3

Nurhayati Pujiastuti, owner Sanggar Mama Bilqis, Founder Penulis Tangguh, Kelas Merah Jambu dan Kelas Biru. Trainer Menulis.