Tidak Sempurna

DSCF2757

Tidak ada yang mau menjadi tidak sempurna. Setiap individu pasti memilih kesempurnaan, sebagai salah satu bentuk keyakinan mereka untuk bisa meraih dunia. Iklan kosmetik hadir dengan mimpi membuat wajah wanita berubah menjadi cantik alias sempurna.
Bintang komedi yang tidak sempurna, seringnya jadi bahan olok-olok dengan cara didorong sana-sini dan bahkan dihina terus-menerus sepanjang pertunjukkan.
Siapa bilang ingin sempurna hanya menjadi impian para wanita?
Untuk lelaki dihadirkan produk susu dan postur tubuh idaman para lelaki. Dan postur tubuh seperti itu yang menurut iklan disukai para wanita.
Anak-anak kita juga dihadirkan pada sosok sempurna bernama pangeran dan putri ,dengan kisah indahnya yang membuat mereka yakin ketidaksempurnaan itu tidak ada. Dan sempurna adalah keharusan.
Sempurna dan tidak sempurna adalah dua mata sisi uang. Masing-masing dari kita pasti memilikinya. Tapi sayangnya banyak yang hanya fokus pada kesempurnaan bukan sebagai titik akhir, tapi justru pada titik awal.
Mungkin dengan alasan seperti itu banyak orangtua yang menekan anak-anaknya untuk berprestasi, bukan karena anak mencintai jalur yang ditekuninya. Mungkin juga dengan alasan itu, saya justru banyak sekali menemukan teman-teman di dunia nyata yang depresi dan akhirnya fokus pada kehidupan di dunia maya.
Sempurna untuk setiap orang memiliki standar berbeda. Untuk saya bahagia dan sehat sudah merupakan kesempurnaan. Tapi untuk orang lain mungkin saja tidak begitu.
Untuk saya masih memiliki memiliki waktu untuk membaca dan menulis sudah merupakan kesempurnaan. Tapi untuk yang lain kesempurnaan yang saya sukai itu, justru merupakan hal yang aneh dan tidak sempurna.

Jadilah Tidak Sempurna

Sesuatu yang spesial itu adanya di dalam diri kita. Begitu kita merasa spesial atau istimewa, maka segalanya akan menjadi berbeda. Itu nasehat burung bangau bapak tiri panda dalam film Kungfu Panda yang saya ingat betul.
Ketidaksempurnaan itu ada. Tapi bukan sesuatu yang penting. Yang penting adalah justru ketika kita menyadari bahwa banyak hal lain yang bisa dikejar, dan melupakan ketidaksempurnaan yang kita miliki.
Karena itu saya selalu suka pada buku yang mengajarkan bagaimana keluar dan mencari sisi sempurna dari kehidupan yang tidak sempurna.
Beast tidak sempurna menjadi makhluk monster singa. Tapi ia sempurna baiknya sehingga bisa membuat putri cantik yang jadi tawanannya jatuh hati setengah mati dan meningalkan pemujanya yang rupawan.
Emil tidak sempurna. Ia anak nakal pada buku karangan Astrid Lindgren, yang membuat para orangtua di kampungnya berembuk mengumpulkan uang, untuk disumbangkan pada orangtua Emil. Tujuannya adalah agar Emil dibawa ke kota yang lain dan tidak mengganggu kehidupan mereka yang sudah nyaman.
Dari ketidaksempurnaan Emil yang nakal itu, ibunya melihat sesuatu yang lain. Kreativitas Emil melampui anak-anak seusianya. Ia sesungguhnya bukan nakal tapi terlalu kreatif. Ibunya benar. Emil akhirnya menjadi salah satu walikota seperti harapan ibunya pada setiap tulisan dalam buku hariannya.
Tidak ada yang sempurna di dunia ini. Operasi plastik menjadikan para wanita sempurna. Tapi tetap ada ketimpangan di hati mereka.
Banyak bintang film korea yang cantik dan digila-gilai penggemarnya, toh nasibnya berakhir tragis. Mereka memutuskan bunuh diri.
Robin Williams sosok guru sempurna dalam film Dead Poets Society juga seperti itu. Ia ditemukan bunuh diri di dalam kamarnya. Padahal sebagian besar penggemarnya menganggap hidupnya sempurna seperti di film-filmnya.
Tidak sempurna tidak enak memang. Sempurna itu seperti gunung yang tinggi dan gagah atau matahari di siang hari.
Yang bisa kita pelajari adalah bahwa kesempurnaan sebuah gunung berapi menyimpan bara yang bisa meledak dan menghanguskan diri sendiri dan orang di sekitarnya. Kesempurnaan matahari menyilaukan dan justru dijauhi banyak orang.
Jika hari ini kita tidak sempurna, maka bersyukurlah. Itu artinya kita masihlah seorang manusia.