Ke Tanjung Selor Mencari Cinta #PartTwo

Hari kedua di Tanjng Selor, agenda kami adalah mengunjungi sekolah da TBM yang selama program didampingi Litara OPOB dan Inovasi.
Saya datang ke Tanjung Selor untuk penutupan acara tersebut.
Di depan hotel ada toko kue. Kue-kue seperti di Jakarta dan Bekasi. Kemarin malam saya sempat dibelikan salad, dan untuk sarapan saya. Karena saya biasa sarapan dengan buah dan dua sendok madu.

Kita mau ke mana di hari ini?
Kita mau jalan-jalan dengan motor. Saya dengan Mbak Eva.
Ada yang unik loh di Bulungan ini, meski jalanan sepi, pengendara motor menggunakan helm standar. Jarak dekat juga menggunakan helm. Harus ditiru nih sama pengendara motor emak-emak seperti saya, yang suka malas pakai helm dengan alasan jarak dekat.

Ini tampak jalanan di sana. Isinya hanya satu dua kendaraan. Karena mereka lebih suka naik perahu, dan mabuk ketika naik mobil.

Kami mau ke mana, sih?
Karena penutupan program, maka Litara OPOB ingin berpamitan dengan guru-guru di sekolah. Saya duduk di boncengan, sambil menahan rasa ingin tahu.

Guru-gurunya senang karena anak-anak sudah senang membaca, dan lebih mudah menyerap pelajaran. Anak-anak ketika saya berikan buku-buku mini, mereka antusias membaca. Mereka ini juga anak-anak yang super ramah dengan kami.

Sekolah pertama selesai, kami mendatangi sekolah kedua.
Lumayan jauh jaraknya.
Jalanan tetap sepi. Hanya anak-anak di sekolah sedang ada pelajaran. Yang seru di sekolah ketiga. Kami harus naik turun jalan yang rusak, naik turun gunung. Jalanan sepi. Perkampunga transmigrasi.
Bulungan, Tanjung Selor memang masih menerima transmigrasi. Info yang saya terima tahun ini ada 150 taransmigrasi baru.
Jujur tempat yang luas, rasanya nyaman untuk otak saya.

Pulangnya kami sempat foto-foto. Sempat beli es krim pula. Penjualnya orang Jawa.
Iya banyak pendatang di Tanjung Selor termasuk dari Bugis juga Jawa.

Apa yang saya dapat dari perjalanan mengunjungi sekolah-sekolah di Tanjung Selor?
Bahwa tetap buku itu jendela dunia. Buku akan membuat wawasan bertambah luas. Anak-anak bisa tahu banyak hal. Hal-hal yang sebelumnya mereka tidak paham.
Buku juga bisa mengubah perilaku mereka.

Capeeek banget dengan perjalanan yang panjang.
Besok kami harus lokakarya.
Malamnya masih ada meeting bertiga, saya, Mbak Eva, dan Mbak Sofie, membahas naskah para guru yang kemarin lolos.

Bersambung

Published by nurhaya3

Nurhayati Pujiastuti, owner Sanggar Mama Bilqis, Founder Penulis Tangguh, Kelas Merah Jambu dan Kelas Biru. Trainer Menulis.