Lokakarya Buku Anak Digital yang Luar Biasa

Dua pekan yang lalu ada pesan masuk ke WA saya. Dari mbak Eva. Saya pikir berkaitan dengan naskah buku yang sedang saya kerjakan, dan ada revisinya. Tapi ternyata kali ini beda. Mbak Eva mau konfirmasi. Mbak Eva mengusulkan nama saya ke Lets Read untuk mendampingi mbak Eva sebagai pembicara. Lets Read inginnya yang mendampingi adalah penulis.

Oh yang sebelumnya saya jelaskan apa itu Lets Read. Lets Read adalah web berisikan buku-buku anak bergambar, yang bisa diunduh gratis. Lets Read ini ingin agar buku berkualitas bisa hadir dalam versi buku elektronik, jadi memudahkan untuk yang tinggal di daerah yang jauh dari perpustakaan.

Balik lagi ke ajakan Mbak Eva. Besoknya saya sudah melihat flyer acara tersebut di instagram.
Ini acara serius.
Gratis acaranya dan dicari 50 penulis amatir, yang belum punya karya buku anak bergambar.
Ketika tiket mulai dibuka, ternyata dalam satu jam habis 80 tiket. Sold out. Deg-deg an juga saya. Begitu antusiasnya peserta.

Oke. Ini serius. Saya tidak mau main-main memberi ilmunya.
Semua bahan saya persiapkan. Termasuk ketika mbak Eva minta silabus materi workshop.
Rencana akhirnya dibuat. Mbak Eva bagian materi, saya bagian praktik.
Apa yang saya persiapkan?

Saya persiapkan buku-buku mini dan alat untuk praktik. Saya bilang ke mbak Eva, nanti semua peserta akan diajarkan langsung praktik membuat buku mini.
Jadi gambaran tentang buku bergambar nempel di benak mereka.

Hari H pun tiba

Bisa tidurkah saya?
Seperti biasa saya tipikal orang yang tidak bisa tidur tenang, jika ada satu pekerjaan yang belum selesai.
Tapi minta sama Allah agar dimudahkan semuanya.
Jam setengah tujuh saya sudah berangkat dari rumah diantar suami sampai stasiun.

Sampai tempat jam 8. Duduk-duduk sambil melihat-lihat suasana biar tidak grogi. Jam setengah sembilan minta izin ke dalam sama satpam. Karena gedung baru dibuka jam 9 tepat. Mbak Eva sudah di dalam. Saya bawa laptop juga untuk persiapan kalau-kalau ada materi lain yang butuh dibahas.

Satu-persatu peserta datang. Jadwal agak molor karena menunggu peserta. Peserta harus registrasi lebih dahulu. Mbak Eva menjelaskan. Setelah itu saya bagian praktik.
Praktik mencari ide dari gambar. Yang dicari adalah ide yang unik bukan ide yang biasa atau umum.

Ternyata peserta bingung juga dan bertanya. Kok ternyata bisa, ya, mencari ide dari gambar?

Ada praktik membuat buku juga di akhir sesi setelah para peserta mendapat makan siang.
Acaranya gratis. Peserta dapat makan siang, tote bag dan sertifikat juga, loh.


Karena waktunya tidak mencukupi, maka hanya satu peserta yang maju untuk presentasi. Seorang ilustrator.

Senang rasanya. Apalagi peserta antusias.

Saya berharap, ilmu yang saya dan mbak Eva beri, bisa mereka praktikkan.

Published by nurhaya3

Nurhayati Pujiastuti, owner Sanggar Mama Bilqis, Founder Penulis Tangguh, Kelas Merah Jambu dan Kelas Biru. Trainer Menulis.