Wiwik Waluyo – Permata yang Menunggu Waktu Bersinar

Salah satu murid yang rajin berkarya adalah Wiwik Waluyo. Kegigihannya berkarya seimbang dengan kegigihannya untuk banyak bertanya. Yuk, kenalan dengan ibu tiga anak yang masih pantas jadi anak kuliahan ini.

Wiwik Waluyo adalah nama pena dari Dwi Asih Rahmawati.
Rimba belantara menulis sudah mulai ia tapaki saat duduk di Madrasah Tsanawiyah (SMP). Kemenangannya di ajang lomba mengarang Hari Pangan Sedunia tahun 1996 membuatnya tak bisa berhenti menulis pada hari-hari berikutnya. Meskipun rimba dunia penulisan seringkali gelap dan membuat jalannya tertatih, IRT yang hatinya selalu terpanggil untuk menulis di antara waktu merawat tiga buah hati ini tetap maju selangkah demi selangkah.

Karya fiksinya tersiar di berbagai media lokal dan Nasional. Beberapa karyanya memenangkan sayembara, di antaranya juara 1 sayembara Cerber Femina (2017) dan juara 1 lomba Cerpen Art for Orangutan yang diadakan oleh Centre of Orangutan Protection (Februari 2019).
Ia baru menulis sebelas buku antologi dan empat buku solo; novel Tentang Kita, buku amal The Grand Me Time , buku Rumah Mutiara dan buku kumcer Lelaki Pembeli Kenangan.

Social Role-nya adalah inspiring writer. Hingga akhir hayat ia bertekad untuk menulis demi berbagi inspirasi, hikmah, serta menjala pahala jariah. Serupa Ibrahim ‘alaihissalam yang menjadi buah tutur baik bagi orang-orang yang datang kemudian, begitupun penulis senantiasa berdoa agar menjadi buah tutur yang baik lewat karya tulisnya.
InsyaAllah bihaulillahi waquwwatihi.

Silaturahmi dengan penulis bisa dilakukan di FB wiwik waluyo dan e-mail bundawik10@gmail.com

Published by nurhaya3

Nurhayati Pujiastuti, owner Sanggar Mama Bilqis, Founder Penulis Tangguh, Kelas Merah Jambu dan Kelas Biru. Trainer Menulis.