Lebaran Kami Lebaran Penuh Kenangan

Lebaran kali ini buat kami sungguh luar biasa. 8 anak berkumpul bersama anak-anak dan pasangan mereka, sungguh sesuatu yang luar biasa. Kami seperti diingatkan dengan janji kami pada Bapak sebelum meinggal, bahwa kami akan tetap akur dan sama-sama menjaga Ibu.

Apa yang saya dapatkan di moment lebaran selalu saja memunculkan sesuatu yang baru. Ide-ide berkelebatan di benak.
Saya mendapatkan ilmu tentang matoa dan kelengkeng, yang berbuah di musim yang sama.

Saya menemukan kenangan di antara gantungan baju buatan Bapak, dan racikan lidah buaya dari puluhan pot yang berjejer di pagar rumah Ibu.

Saya bisa mencicipi Barongkok makanan khas Bugis, buatan Kakak yang puluhan tahun tinggal di Sulawesi. Juga ada cincau yang dibuat dari daun cincau, yang tumbuh di halaman rumah Ibu.


Well, ada kami 8 anak Ibu yang dengan berbagai cara akhirnya bisa membuat Ibu bahagia.

Pindah ke Blitar dan Malang, saya menemukan banyak hal lain lagi.
Kami tersesat hingga ke pendakian Gunung Kelud, karena suami tidak menuruti perintah aplikasi dan memilih jalan sendiri.
Tapi luar biasa setelahnya.
Ada sebuah rumah kosong tempat saya dan suami bergantian kerja karena dikejar deadline.
Rumah di pinggir sawah, yang setiap kali pintu belakang dibuka akan terhampar pemandangan sawah dan gunung.
Di sini saya belajar banyak tentang sekawanan burung kuntul.

Saya mulai mencintai buah kesemek. Saya menikmati wedang angsle. Saya suka river tubing di Sumber Maron dan naik motor gunung keliling desa.

Sungguh, ini bekal saya untuk ditulis.

Published by nurhaya3

Nurhayati Pujiastuti, owner Sanggar Mama Bilqis, Founder Penulis Tangguh, Kelas Merah Jambu dan Kelas Biru. Trainer Menulis.