Narrative Non Fiction di Room to Read

Room to Read lagi?
Yup.
Bisa merasakan workshop keren ini lagi. Sungguh, awalnya saya tidak berniat ikut. Awalnya loh. Karena saya ingin fokus ke lomba gerakan literasi Nasional GLN). Tapi ternyata pengumuman GLN ditunda. Akhirnya saya coba kirim naskah. Tidak berharap banyak. Tidak terpilih juga tidak mengapa. Karena sudah merasakan dua kali workshop ini dengan dua mentor yang berbeda. Alfredo untuk RtR regular dan Deb untuk RtR bersama Unicef. Naskah para murid Merah Jambu yang dikirim ke saya juga bagus-bagus. Saya berharap dua atau tiga dari mereka ada yang terpilih. Tapi ternyata saya yang mengirim naskah dekat dengan deadline terpilih.
Rezeki saya untuk belajar dari Mahesh mentor RtR dari Srilangka.

Ada Apa di RtR kali ini?

RtR kali ini sama dengan RtR sebelumnya. Kami menginap di SanGria Resort sejak tanggal 12 Mei sampai 17 Mei. Lamanyooo.
Ada banyak game-game menarik di awal. Ada juga sesi menuliskan apa harapan kita di Room to Read kali ini.
Sponsor kali ini dari google. Maka beberapa kegiatan divideokan oleh tim google.
RtR kali ini juga melibatkan tim Badan Bahasa. Jadi tulisan untuk narrative non fiction bisa merujuk pada tema pada buku tematik anak di SD awal.
Kami menulis tiga naskah untuk kali ini.
Fiksi, nonfiksi narasi dan adaptasi cerita rakyat.

Narrative Non Fiction
Nonfiki Narasi itu adalah genre baru di Room to Read. Baru diluncurkan satu setengah tahun yang lalu. Tapi teorinya baru diberikan di Room to Read kali ini. How lucky Iam.

Non fiksi narasi ini sendiri artinya informasi yang dikemas dalam bentuk cerita.
Jadi menulisnya dengan cara membawa elemen story telling dan picture book.
Tulisan jenis ini har menyenangkan, menghibur, berdasarkan fakta, dan bisa untuk jenis pelajaran apa saja.

Ada poin-poin juga yang haru dijaga dalam jenis tulisan ini:
1. berfokus pada satu topik khusus.
2.Pendekatannya kreatif
3. Kemungkinan dilengkapi gambar
4. Ditulis untuk pembaca dini.
5. Strukturnya kuat.
6. Wajib memilih informasi yang mendukung cerita.

Beberapa buku untuk jenis tulisan ini juga diberikan di masing-masing meja peserta.


Ini buku tentang penyerbukan.

Nah yang ini buku pengenalan tentang hewan dan telurnya. Buku ini saya suka banget. Kayaknya ada di read aloud youtube.


Ini jenis hewan yang memiliki lingkaran. Seperti tidur melingkar, tanduk melingkar dan lain sebagainya.

Banyak Ilmu di Sini

Banyak ilmu setiap mengikuti Room to Read. Mahesh meneliti satu-persatu naskah dengan baik.
Dan sama seperti RtR sebelumnya, saya tidak mau begadang. Jadi masuk kamar untuk tidur. Pagi terbangun baru mengerjakan naskah.

Ada 20 penulis terpilih kemarin. Akan diambil 15 naskah terbaik. 15 naskah bukan berarti 15 penuli. Karena bisa jadi satu penulis menulis sampai 3 naskah.
Trus, kalau tidak terpilih gimana?
Itu masalah rezeki. Jadi jangan nangis. Nulis saja terus.
Karena kalaupun terpilih perjuangan untuk revisi itu tidaklah mudah.
Yang jelas selain sertifikat, kami kemarin mendapatkan satu bundel makalah berisi materi selama 4 hari. MasyaAllah, itu rezeki untuk saya.

Published by nurhaya3

Nurhayati Pujiastuti, owner Sanggar Mama Bilqis, Founder Penulis Tangguh, Kelas Merah Jambu dan Kelas Biru. Trainer Menulis.