Minyak Jelantah untuk Biodiesel

Jelantah?
Yup minyak bekas pakai itu, mulai menjadi persoalan untuk saya. Persoalannya adalah rasa bersalah karena sudah menjadi penyumbang limbah untuk lingkungan.
Maka sejak beberapa tahun yang lalu, saya rajin mengumpulkan minyak jelantah dalam wadah. Setelah dikumpulkan biasanya diberikan pada pemulung yang banyak lewat di depan rumah. Tapi ternyata tetap, itu tidak membuat saya tenang. Apalagi tahu selalu ada oknum yang bisa mengubah jelantah menjadi minyak curah untuk dijual kembali. Bahkan untuk minyak yang dibuang ke selokan pun, ada juga oknum yang tega menyaringnya.

Suatu hari melintaslah informasi tentang minyak jelantah yang bisa dibeli di beranda sosial media. Saya teliti satu-persatu. Hubungi satu-persatu.
Sebar luaskan info itu ke ibu-ibu tetangga. Rencananya jika minyak jelantah bisa dibeli, kami akan alokasikan untuk dana sedekah ke panti asuhan atau tempat lain.
Tapi beberapa pembeli minyak jelantah punya aturan, hanya akan mengambil minyak jelantah jika sudah mencapai minimal 200 liter.
Whats?
Itu artinya kerja super berat.

Akhirnya Allah kasih jalan. Seorang tetangga memberitahu tentang Rumah Sosial Kutub.
Saya cari infonya detil di semua akun sosial media. Lalu catat nomor telepon yang tertera. Kontak dengan Mas Febri(?). Saya kurang paham, Mas atau Mbak, karena hanya lewat WA.
Saya WA berulang kali dan bilang, kalau saya penulis. InsyaAllah saya akan bisa sounding ke banyak pihak tentang program bagus ini.
Alhamdulillah, langsung ditindaklanjuti. Dan terhubung dengan manajemen RSIK. Mereka akan datang pada hari yang ditentukan.
Saya mengerahkan ibu-ibu yang sudah mengumpulkan minyak jelantah untuk mengumpulkan di satu titik.

Yang ditunggu akhirnya datang.
Hasil jelantah ibu-ibu 35 liter kurang lebih.
Bahkan saya diberi dua dirijen untuk menampung jelantah.
Ada bukti nota juga untuk apa dana jelantah itu dialokasikan. Saya masuk untuk pendanaan penghafal Alquran.

Tugasnya masih panjang.
Masih terus memberitahu ibu-ibu yang lain tentang jelantah ini.
Pingin Bekasi bersih dari limbah jelantah. Dan berharap sedekah jelantah itu membuat Allah ridla.

Published by nurhaya3

Nurhayati Pujiastuti, owner Sanggar Mama Bilqis, Founder Penulis Tangguh, Kelas Merah Jambu dan Kelas Biru. Trainer Menulis.