Farida Suryawati Ketika Menulis dan Melukis Menjadi Kecintaan

Lebih dari satu dekade saya berkarier di dunia perbankan setelah lulus dari IPB. Namun kemudian saya dengan mantap mengundurkan diri. Mengundurkan diri berkarier di luar rumah tak lantas membuat segala kegiatan terhenti. Hanya fokus yang diubah namun visi dan misi harus tetap berjalan. Visi untuk menjadi Ibu yang tetap berkarya yang kemudian diikuti dengan misi-misi selanjutnya. Fokus pada keluarga dan terus memaksimalkan potensi.

Usaha kaos kreatif adalah bagian dari misi berikutnya. Berawal dari hobi menggambar dan membuat kerajinan tangan dalam waktu satu tahun usaha ini telah berhasil mempekerjakan ibu-ibu di sekitar komplek, mengisi gallery Kebun Raya Bogor, dan beberapa toko pakaian. Promosi lewat media sosial menjadi salah satu sarananya. Dari sini awal belajar menulis dengan serius. Seorang teman dekat yang sering memperhatikan tulisan-tulisan saya di facebook berpikir tentang sebuah potensi yang perlu dikembangkan. Sarannya untuk mengikuti grup kepenulisan membawa saya bergabung dengan sebuah grup menulis dan kursus-kursus menulis on line.

Sampai akhirnya menemukan Mbak Nurhayati Pujiastuti dan melamar menjadi murid Merah Jambu sekitar tahun 2015. Untuk belajar menulis lebih serius akhirnya saya vakum sementara dari usaha kaos kreatif. Saat belajar menulis ada beberapa lomba yang pernah diikuti. Dan salah satu lomba yang meninggalkan sebuah piagam adalah lomba resensi buku yang diadakan penerbit Ziyad pada ulang tahunnya yang ke -10 tahun 2016.

Setelah lebih satu tahun vakum dari usaha kaos kreatif, di penghujung tahun 2017 memulai fokus pada usaha baju lukis hingga sekarang.. Menulis? Masih terus belajar karena masih jauh tertinggal dengan banyak teman Merah Jambu yang telah melesat jauh. Untuk apa belajar menulis? Bagi saya merangkai kata ibarat sebuah terapi hati. Membuat menjadi lebih sensitif dalam melihat sebuah peristiwa. Selalu berpikir ada hikmah di setiap peristiwa yang bisa dibagi dan menjadi manfaat bagi orang lain. Ada misi sendiri dalam belajar menulis bahwa suatu saat nanti minimal ada satu buku yang menjadi warisan dan bermanfaat buat orang banyak. Aamiin.

Published by nurhaya3

Nurhayati Pujiastuti, owner Sanggar Mama Bilqis, Founder Penulis Tangguh, Kelas Merah Jambu dan Kelas Biru. Trainer Menulis.