Novel Anak A Mother for Limi #bagian empat

Bagian Empat
Limi Suka Tante Bri

Kak Fey sedang sibuk di dapur. Limi tahu ia tidak boleh menganggu. Kak Fey nanti marah-marah.
Di luar sepi. Dinda bilang habis pulang sekolah mau ke rumah Tante Bri. Limi bisa belajar mengaji di rumah Tante Bri.
LImi di dalam kamarnya sekarang memandangi Al Qurannya. Dulu Bunda yang mengajari Limi dan Kak Fey mengaji. Ayah bilang Bunda lebih pintar untuk itu.
Setelah Bunda tidak ada lagi, Limi jadi jarang mengaji.
“Kak Fey…,” sekarang Limi berada di dekat dapur.
Kak Fey berkerut alisnya.
“Aku mau ke rumah Tante Bri.”
Kak Fey diam saja. Limi langsung ke luar.
Pertama Limi ke rumah Dinda, tapi ternyata rumah Dinda ditutup. Mungkin Dinda sudah duluan ke sana.
Sekarang Limi sudah berada di depan rumah Tante Bri. Pintu rumahnya sedikit terbuka.
“Tanteeeee…,” Limi memanggil.
Tidak ada sahutan.
“Tanteeee,” sekarang Limi memanggil lebih keras lagi.
Seorang ke luar dari dalam rumah.
“Limi. Ada apa?”
Limi sekarang mengerutkan keningnya. “Dinda bilang di rumah Tante bisa belajar mengaji.”
“Dinda bilang begitu?”
Limi mengangguk.
“Limi sudah bisa ngaji?”
Limi mengangguk lagi. “Dinda bilang kalau mau ngaji di rumah Tante Bri aja. Kalau di masjid jauh. Nanti takut Ayah cari-cari aku.”




Tante Bri sekarang menggandeng tangan Limi. “Ayo masuk. Kita mengaji, terus Tante ceritakan tentang Nabi Nuh.”
Limi tersenyum lebar.
Hari ini Limi mulai mengaji. Tante Bri bilang Limi sudah pintar. Tante Bri membacakan cerita tentang Nabi Nuh. Tante Bri memakaikan Limi kerudung kain berwarna pink. Limi diminta bercermin.
Ih, Limi suka. Tante Bri bilang Limi cantik.
“Limi boleh datang kapan saja untuk belajar mengaji, yaaa.”
Limi berjalan pulang. Ada Dinda yang baru pulang naik sepeda.
“Limiii, aku ngajinya kata Emak di masjid aja. Emak bilang kasihan nanti Tante Bri repot.”
Limi diam saja.
Limi maunya ngaji di rumah Tante Bri saja.
Sampai rumah Limi lihat Kak Fey sudah tidak ada. Tapi masih tercium wangi kue.
**




Limi sekarang ke luar rumah. Keningnya berkerut. Lalu ia tersenyum. Limi harus kasih tahu Ayah, kalau tadi Limi baru belajar mengaji.
“Ayaaaah.”
“Sssst, jangan teriak,” ujar Ayah di seberang sana.
“Pokoknya besok Ayah harus ke rumah Tante Bri. Ayah tahu, kan?”
Di seberang sana terdengar ayahnya Limi sedang bicara.
“Ayaaaah.”
“Siap, Komandan.”
Huh. Limi cemberut. “Nanti kalau Ayah pulang aku ajak Ayah ke rumah Tante Bri. Bilang sama Tante Bri, aku daftar ngaji di sana.”
Limi langsung menutup teleponnya. Biar nanti kalau Ayah pulang Limi paksa Ayah ke rumah tante Bri. Limi tidak mau daftar di tempat yang lain.”
**

Published by nurhaya3

Nurhayati Pujiastuti, owner Sanggar Mama Bilqis, Founder Penulis Tangguh, Kelas Merah Jambu dan Kelas Biru. Trainer Menulis.