Belajar Membaca dengan Cara Mudah

Setiap kali mendengar anak-anak di lingkungan tempat tinggal saya dimasukkan ke les baca tulis oleh orang tua mereka, kok saya yang merasa miris.
Anak tiga sampai empat tahun harusnya belajar membaca dengan cara paling mengasyikkan. Bukan pulang dengan setumpuk PR. Karena imbasnya nanti ke depan, mereka jadi tidak mencintai huruf, tidak suka membaca dan bisa jadi tidak suka menuntut ilmu.

Bersenang-senang dalam belajar membaca. Konsep itu sendiri saya terapkan untuk kedua anak saya. Mengenalkan huruf dengan membacakan buku ketika mengandung mereka. Sampai bayi tiga hari juga mulai saya bacakan buku. Bergandengan tangan sambil mengenali huruf juga kami lakukan. Hasilnya pada usia 3,5 tahun sudah lancar menulis dan membaca. Mengerti apa yang dibaca.

Mendidik anak sendiri tentu lebih mudah.
Tapi anak orang lain, yang orangtunya tidak punya latar belakang yang sama dengan saya. Tidak punya pola pikir seperti saya.
Okelah saya harus punya prinsip. Bahwa prinsip dalam mendidik anak orang lain adalah, jangan fokus ke orang tua anak. Fokus pada si anak. Anggap saja saya sedang melukis jalan masa depan untuk mereka.

Ada banyak kartu a ba ca yang dijual sebenarnya.
Tapi saya sudah pakai versi sendiri untuk anak-anak. Jadi penasaran juga, bisa tidak teori untuk anak saya, saya berikan untuk anak tetangga?
Maka kartu-kartu mulai saya buat.
Segala cara dipakai. Maklum yang belajar membaca anak usia 4 tahun, yang orang tuanya bingung. Si anak tidak bisa duduk diam. Tidak mau diajari oleh orang tuanya.
Okelah itu masalah respect anak pada orang tua.
I’ll do my best.

Maka sebelum pakai kartu-kartu, saya pakai gambar. Seperti ini..

Lalu dirangkai seperti ini…

Juga dimodifikasi seperti ini…..

Tetap belajarnya menyesuaikan dengan kondisi anak. Kadang anak datang terlambat mulutnya langsung manyun. Maka buku-buku cerita saya pakai. Mendongenglah dulu untuk menetralkan moodnya.
Kadang ia minta memakai boneka jari buatan saya.

Sudah dua bulan si anak belajar.
Alhamdulillah dia bahagia. Buktinya? Kalau ikut saya dan ibunya kajian, maka dia akan membawa kertas kosong dan disodorkan ke saya. Minta untuk belajar,
Pekan ini dia sudah masuk pelajaran huruf i. Saya sudah bikin kartunya.
Oh ya untuk kartu saya bikin sendiri, diprint lalu tempal di kardus bekas susu. Dan beri lakban biar keliatan kinclong.

Selamat mencoba.

Published by nurhaya3

Nurhayati Pujiastuti, owner Sanggar Mama Bilqis, Founder Penulis Tangguh, Kelas Merah Jambu dan Kelas Biru. Trainer Menulis.