Mengejar Beasiswa Menulis dari Litara, Estee Lauder dan Asian Foundation

Belajar, belajar dan belajar. Itu kata kunci seorang penulis. Jangan merasa sudah cukup puas dengan ilmu yang sudah didapat.
Belajar dan bagi ilmunya pada yang lain.

Setelah keliling dari satu sekolah ke sekolah lain untuk mengisi pelatihan menulis, saya pikir saatnya sudah tiba. Saya harus belajar lagi. Belajar dari ahlinya tentu saja.
Dan Penerbit Litara saya percaya memberikan ilmu untuk saya. Makanya ketika banyak info berseliweran di sosial media tentang lomba itu, saya langsung berpikir untuk membuat naskahnya.
Buat, kirim dan yakin. Jika ini rezeki saya maka saya akan terpilih.

Alhamdulillah saya terpilih. Dari 150 naskah, 25 naskah terpilih. Dan akan diseleksi lagi menjadi 15 naskah.
Oh ya, ini adalah program beasiswa berbentuk pelatihan menulis kerjasama Penerbit Litara, Estee Lauder dan Asian Foundation.
Kita akan dibimbing untuk menulis buku cerita anak bergambar.

Ada dua hari pelatihan. Alhamdulillah paling tidak saya tidak kosong seperti pertama kali belajar tentang hal ini.
Ilmunya sedikit saya punya. Sudah ngerti maksudnya Beginning Middle Ending. Meskipun saya model penulis yang biasa menulis langsung jadi, tanpa memikirkan hal itu.
Tapi okelah saya ikuti prosesnya.

Acara pelatihan di audotorium Perpustakaan Cikini lantai dua. Lumayanlah, sudah kenal tempatnya.
Acara jam 8 da saya datang kepagian. Jam 5 sudah berangkat dari rumah.Sampai stasiun Cikini baru setengah 7. Kamar mandi, musala masih pada dikunci.Enggak apa-apa. Anggap ini perjuangan sebagai penulis.
Saya senang bertemu teman-teman penulis baik yang sebelumnya sudah saya kenal, maupun yang baru saya kenal. Dari berbagai daerah di Indonesia pula.

Acara berlangsung menyenangkan.
Kita diberi materi, bikin naskah lalu taraaa dikasih deadline untuk mengirim naskahnya jam 12 malam.
Ada beberapa games menarik. Semua santai. Semua belajar bersungguh-sungguh.
Entah kenapa urusan belajar bikin saya enggak ngantuk.
Hari pertama pulangnya malah kami ngumpul di kamar hotel tempat teman-teman dari luar kota menginap. Buat diskusi PR yang harus setor sebelum jam 12. Berasa jadi Cinderella.
Sampai rumah sukses saya jam 10 malam.
Tidur di kereta.

Besoknya berangkat lagi. Anak di rumah sudah saya masakkan bekal untuk dibawa sekolah. Saya berangkat jam 7, setelah suami mengantar anak sekolah.
Sampai sana jam setengah 9. Tepat waktu sesuai jadwal hari ini.
Senam dulu kita biar fresh.
Terus kerja kelompok. Alias mendiskusikan naskah yang kita kirim kemarin. Lalu dibuat dalam bentuk tabel.
Seru karena saya sudah punya bekal ilmu ketika workshop Room to Read.
Kami pulang jam 5 sore. Masih ada PR.
Dan harus dikumpulkan.

Ini foto-foto acara kemarin.
25 perempuan yang berjuang menulis untuk perempuan.

Published by nurhaya3

Nurhayati Pujiastuti, owner Sanggar Mama Bilqis, Founder Penulis Tangguh, Kelas Merah Jambu dan Kelas Biru. Trainer Menulis.