Menerbitkan Buku Di Mana, Yaaa?

Ada banyak penerbit. Penerbit mayor dan penerbit indie.
Bedanya di mana?

PENERBIT MAYOR kita hanya mengirimkan naskah. Tidak perlu biaya. Naskah layak, mereka suka dan kelihatan diterima pasar, maka bisa jadi sebuah buku. Editing, cover sampai layout, urusan penerbit. Akan ada surat perjanjian setelah naskah disetujui. Perjanjian dalam bentuk jual putus atau royalti. Itu semua tergantung kesepakatan penulis dan penerbit.

Jual putus itu artinya naskah itu dibeli dan penulis mendapatkan uang. Andai naskah itu menjadi buku dan terus dicetak ulang, penulis tidak mendapat apa-apa lagi. Kecuali keuntungan dari ikut menjualkan buku. Lagi-lagi potongan harga itu juga sesuai kesepakatan.

Sistem royalti beda lagi.
Uang yang diterima penulis setiap beberapa bulan sekali (tergantung perjanjian. Ada yang tiga bulan, enam bulan sampai sembilan bulan), tergantung jumlah buku yang laris-manis di pasaran.
Jika ingin buku laris, penulis harus mau promosi.
Oh ya proses naskah disetujui sampai terbit bisa memakan waktu satu tahun.

PENERBIT INDIE kita tidak cukup punya naskah saja. Kita harus punya dana untuk menerbitkannya. Kita bisa menerbitkan naskah apa saja, yang kita anggap bagus. Asal punya dana tentu saja. Mereka nanti akan ada paket-paket yang bisa dipilih penulis sesuai dengan dana yang ada. Ada paket menerbitkan saja, ada paket disertai dengan biaya layout juga cover.
Nah, penerbit indie ini banyak dicari orang yang ingin bukunya cepat terbit. Biasanya mereka sudah punya pasar sendiri. Para motivator contohnya.

Tidak mengapa untuk penulis yang karyanya sudah banyak tersebar di media cetak, juga tulisannya sudah bagus menerbitkan buku di penerbit ini.
Tapi tidak saya sarankan untuk yang baru belajar menulis, yaaa.
Apalagi untuk yang sekadar mau pamer demi untuk disebut sebagai penulis.
Oh ya sekarang penerbit mayor menerima buku yang diterbitkan indie. Jadi kalau kamu punya buku terbitan indie yang laris manis di pasaran, coba kirim ke penerbit mayor. Siapa tahu berjodoh.

Saya sendiri untuk buku solo, selalu terbit di penerbit mayor. Tapi pernah buku antologi di penerbit indie. Buku ini kami buat setelah mendadak mendengar kematian Koko Ferdie, salah satu murid di Penulis Tangguh.
Naskah kami kerjakan bersama-sama. Lay out dan editing dikerjakan teman yang lain. Untuk cover buku, saya nodong suami. Sedang marketing keroyokan siapa yang mau menjual. Keuntungan diberikan pada keluarga almarhum. Waktu itu kami pilih percetakan di daerah Sukoharjo.

Selebihnya dari buku pertama sampai kelima puluh semuanya saya serahkan ke penerbit mayor.
Ada naskah pesanan, karena penerbit lihat akun sosmed saya. Lalu editornya menghubungi. Banyak juga door to door. Artinya naskah saya tawarkan dari satu penerbit ke penerbit lain. Ditolak revisi lagi kirim ke yang lainnya lagi.

Ini beberapa penerbit tempat saya biasa kirim.

1. Ziyad.
Penerbit Ziyad ini ada di Solo, menerbitkan beberapa buku saya. Sistem jual putus pernah, royalti juga pernah. Pertama kali saya mengirim naskah ke penerbit ini, waktu mereka ada postingan membutuhkan naskah. Saya ada naskah dan saya kirim ke mereka. Mereka cocok, buku lumayan laris. Setelah itu kerjasama terus berlanjut sampai sekarang. In syaa Allah akan ada buku lainnya yang terbit di sini.

2. Indiva
Penerbit ini juga ada di Solo sama seperti Ziyad. Dulu saya kirim naskah googling nama penerbit. Bertemulah Indiva. Setelah berjodoh, ternyata saya baru satu. Salah satu mantan direkturnya ustadz Muin tetangga sebelah rumah orangtua saya di Solo.
Ini buku-buku saya di Indiva.

Salah satu buku yang terbit di sini mendapatkan Awards sebagai novel anak terbaik dan masuk nominasi novel anak terbaik.

3. Gema Insani
Penerbit ini da di Depok. Perkenalan saya dengan penerbit ini, ketika ada editor yang menyapa di inbox FB dan minta saya datang ke kantor mereka.
Ini buku-buku saya dengan mereka.

In syaa Allah akan ada naskah komik saya yang sedang proses terbit.

4. BIP
Ini penerbit imprint Gramedia group.
Baru dua buku saya yang terbit di sini.

Sampai sekarang saya masih terus door to door.
Masih terus nulis setiap hari juga.
Tidak bisa semua penerbit kita tuju. Cari prioritas penerbit mana yang akan kita kirimi tulisan. Lalu fokus.
Pelajari juga soal penerbit itu dari postingan teman-teman penulis. Apakah merekaenak komunikasinya?? Apakah royalti lancar?
Apakah marketingnya juga oke?

Selamat menulis dan berburu penerbit.
Biasanya penerbit butuh naskah seputaran bulan September sampai November. Naskah ini untuk diterbitkan di tahun berikutnya.

Published by nurhaya3

Nurhayati Pujiastuti, owner Sanggar Mama Bilqis, Founder Penulis Tangguh, Kelas Merah Jambu dan Kelas Biru. Trainer Menulis.