Ada Banyak Cerita tentang Brownies

Ada banyak cerita tentang brownies. Kue coklat itu membuat saya ingin terus belajar dan belajar membuatnya.
Oh ya, brownies pertama yang saya buat resepnya saya lihat dari majalah lama. Resep bikin kue tanpa mikser. Jadilah saya beli alat pengocok kue yang berbentuk spiral. Anak-anak dan suami suka.
Selanjutnya otak mulai berpikir. Berpikir kalau mikser dan blender bisa untuk menghaluskan. Maka jadilah kue selanjutnya saya bikin pakai blender, dan jadi suguhan teman yang datang ke rumah.

Okelah, sebagai manusia kita toh harus meningkatkan level. Maka saya akhirnya membeli mikser. Dan berjuang mencintai aroma dapur. Paling tidak bisa sedikit lama ada di dapur. Segala macam kue dan aneka sayuran saya coba. Anak-anak waktu itu masih SD. Mereka minta apa saja saya buatkan. Dan Masya Allah mereka tidak mengeluh meskipun saya membuat roti dan rotinya keras, tetap habis mereka makan.

Brownies selanjutnya dan masakan selanjutnya adalah benar-benar hasil belajar. Mungkin sampai 50 kali saya membuat roti. Hingga mulai terasah feeling dalam merasakan teksur adonan. Sama seperti menulis. Puluhan kali saya gagal sebelum akhirnya bisa menulis apa saja dengan mudah.

Nah brownies yang kesekian kalinya ini, yang resepnya sudah paten. Takaran saya gelas belimbing, ya.
Resepnya seperti apa?
Bahan 1
1. Telur 5 butir.
2. tbm atau ovalet seujung sendok.
3. Gula pasir satu setengah gelas belimbing.
Nah ketiga bahan ini dimikser sampai kental berjejak, ya.
Warnanya sudah putih dan kental plus mengembang. Kalau diambil adonannya lalu kita tuang kembali, adonan itu akan jatuh perlahan dan tidak mudah larut.
Sisihkan adonan ini, ya.

Bahan 2
1. terigu saya merk segitiga. Pakai satu setengah gelas belimbing.
2. susu dancow satu sachet.
3. vanili satu bungkus yang sachetan, dua juga tidak mengapa.
4. Tepung maizena dua sendok makan.
5. Baking powder seujung gagang sendok.
Bahan ini dicampur jadi satu ya. Lalu masukkan ke adonan pertama dengan tekhnik aduk lipat. Artinya bahan dimasukkan sedikit demi sedikit. Terus spatula kita gunakan untuk mengambil adonan yang di bawah untuk membungkus adonan yang masuk.
Lakukan sampai habis, ya.

Bahan 3
1. Mentega 100 gram
2. Coklat blok separuh dark cooking chocolate, ya.
3. Minyak goreng yang bagus ya bukan curah. Secukupnya saja. Kira-kira seperapat gelas belimbing.
4. Coklat bubuk terserah merknya. Karena saya kadang pakai Milo sachetan, kadang pakai Beng beng drink atau chocolatos.
5. Pasta coklat setengah sendok teh saja.
Untuk bahan nomor satu sampai tiga ditim, ya. Jangan langsung di atas kompr karena cepat gosong si coklat kalau meleleh.

Setelah itu campurkan adonan ke adonan sebelumnya yang sudah tercampur. Masih pakai tekhnik aduk lipat, ya.
Setelah semua bahan tercampur, siapkan loyang. Olesi mentega dan taburkan terigu.
Masukkan ke loyang separuh adonan.
Siapkan panci kukusan. Biarkan mendidih, lalu masukkan loyang ke dalamnya. Tutup panci. Panci dibungkus dengan serbet bersih agar uap tidak jatuh ke kue ya.
Kira-kira 10 sampai 15 menit, matikan kompor. Buka tutup panci. Taburkan coklat mesis sehingga lapisan atas kue tertutup mesis semua.
Setelah itu masukkan sisa adonan. Tutup dan masak kembali.
Masak sampai matang, ya.
Tes dengan menusuknya.

Oh ya kalau ingin dibuat adonan berlapis seperti gambar di bawah ini, adonan sebelum dicampur coklat dibagi dua, ya.
Mentega separuhnya dicairkan dulu untuk dicampur ke adonan putih.

Kalau sudah jadi oles dengan mentega dan beri taburan keju parut.
Kadang kalau tidak malas saya bikin vla keju atau coklat untuk olesannya.
Gampang kok.
Untuk vla coklat bahannya hanya coklat dark cooking chocolate dicampur dengan susu cair dan sedikit maizena lalu ditim semua bahan itu.
Untuk keju, tinggal ganti coklatnya dengan keju parut.
Selamat mencoba.

Published by nurhaya3

Nurhayati Pujiastuti, owner Sanggar Mama Bilqis, Founder Penulis Tangguh, Kelas Merah Jambu dan Kelas Biru. Trainer Menulis.