Seperti ini Resep Pie Susu yang Renyah

Masak?
Bikin kue?
Saya tidak terlahir dari keluarga yang pintar masak. Ibu masak hanya sekedarnya. Sayuran biasa tanpa variasi. Seperti sop atau bayam atau soto. Masakan khusus gulai babat, hanya ada setahun sekali ketika lebaran.
Kue yang Ibu buat hanya bolu biasa saja. Jika Embah Putri dari Solo datang berkunjung ke Jakarta, barulah ada kue lain. Kue Carabikang. Embah yang membuatnya, bukan Ibu.
Jadi ketika masuk ke rumah tangga dan kemampuan saya level rendah, maka wajar sajalah. Sebab kami difokuskan untuk belajar.

Masuk ke dalam rumah tangga, saya hanya bisa masak tempe orek, nasi goreng dan telur dadar. Itu juga saya pelajari karena pernah saya tinggal berdua dengan Bapak. Sedang Ibu dan yang lain sudah di Solo. Jadi saya berusaha keras untuk belajar masak.
Rumah tangga awal, ada keponakan perempuan suami yang ikut dengan kami selama 5 tahun pertama. Masak diserahkan ke dia. Maklum menjadi wanita karir sedang saya nikmati betul. Pingin makanan berbeda, tinggal jajan.
Belanja ikan saya tidak ngerti. Memilih ayam juga tidak mampu. Nol besar ilmu saya di dapur.

Tapi hidup memang akhirnya harus bergerak.
Saya memilih mundur dan menjadi penulis. Total mengurus anak dan suami, tentu tidak bisa masak yang itu-itu saja. Ponakan suami sudah menikah juga. Masak seadanya tidak mungkin saya lakukan, karena ibu mertua seorang juru masak. Pernah bekerja untuk memasakkan TNI samai ke Timor Leste. Lidah suami toh harus saya manjakan juga, agar tidak boros beli di luar.

Saya mulai belajar.
Seikit demi sedikit.
Buka-buka resep. Belajar seadanya. Kue kering pertama di rumah, suami yang ajarkan. Bahkan suami yang buat. Oven suami yang mengajak beli, dan saya tidak punya ilmu soal itu. Kue brownies pertama buatan saya dibuat dengan tangan. Lalu pakai blender, bukan mikser.
Saya ikutan lomba bikin kue dari satu majalah. Untuk produk mentega dan menang. Dapat hadiah mentega beberapa wadah, minyak, lalu teflon. Sejak saat itu saya mulai suka mencoba.

Sekarang proses mencoba juga lebih mudah karena bisa nyontek resep dari blog orang lain, dan dimodifikasi sesuai selera. Atau bisa lihat youtube.
Kalau bingung, saya tinggal menyambangi tetangga yang ahlinya dalam soal masak-memasak.
Saya belajar untuk tahan di dapur lebih lama. Dan akhirnya menikmati juga. Apalagi ketika akan kedatangan teman, atau betemu teman, rasanya ingin memberikan sesuatu buatan tangan saya sendiri, bukan beli.
Dulu segala resep saya baca dengan kening berkerut. Sekarang Alhamulillah tidak lagi. Saya mulai paham komposisi dan kekuatan feeling saya.

Nah soal pie susu,
saya pernah buat pie susu. Tapi pie susu yang mengikuti resep di blog Just Try and Taste ini mudah sekali. Saya hanya sedikit memodifikasi resepnya. Blognya dikenalkan tetangga yang juru masak, dan sekarang sudah ahli.
Ini pie susu.

Untuk kulit, saya pakai mentega merk Blueband.
Jadi resep kulitnya saya adalah :
terigu 300 gram
gula pasir 2 sendok makan
mentega kira-kira satu bungkus saya pakai separuhnya. Mungkin sekitaran 115 gram.
Vanili satu sachet biar wangi.
Nah semua bahan ini dicampur aduk pakai sendok agar tercampur. Setelah itu gunakan tangan. Kalau sudah merata siapkan cetakan. Olesi cetakan dengan mentega, ya. Gunakan kuas.

Untuk isi
Saya pakai setengah kaleng susu kental manis.
Maizena 2 sendok makan.
Air setengah gelas, boleh lebihkan kalau kurang.
Kuning telur 2
satu sachet vanili
Semua bahan ini dicampur jadi satu. Aduk biar merata. Masak di api kecil saja, setengah matang, biar tidak menggumpal.
Ini biar ketika dioven bersama kulit, matangnya isi dan kulit bisa bersamaan.

Setelah isi selesai, masukkan ke cetakan pie jangan terlalu penuh.
Setelah itu oven.
Indikator kue matang, bisa lihat pinggirannya sudah kecoklatan belum.
Sama sudah harum belum.

Testimoni dari lebih 5 orang yang saya beri kue ini, kulitnya renyah. Mempur alias crunchy.

Oh ya, saya agak malas timbang menimbang kalau soal memasak. Jangan ditiru, ya.
Takaran saya masih gelas belimbing dan feeling.
Kalau terus-menerus mencoba feeling akan terasah juga kok.
Selamat mencoba.

Published by nurhaya3

Nurhayati Pujiastuti, owner Sanggar Mama Bilqis, Founder Penulis Tangguh, Kelas Merah Jambu dan Kelas Biru. Trainer Menulis.