Dark Matter dan Cincin Saturnus

Status Ana di WA belakangan membuat geregetan. Status apakah itu? Status tentang peneropongan di Planetarium. Ini anak pencinta astronomi sejati. Jadi dia senang mengikuti kegiatan dari Himpunan Astronomi Amatir alias HAAJ.
Oh ya siapakah Ana? Ana itu murid menulis di kelas menulis online. Ana ini juga pernah main ke rumah saya. Sampai kesasar pula.

Ana menawarkan apa mau saya diberi jadwal meneropong? Saya oke. Soalnya pingin sekali ngajak anak gadis memiliki pengalaman soal peneropongan.
Maka pada Sabtu tanggal 22 September 2018, saya mengajak anak gadis untuk berangkat ke Planetarium. Kita naik kereta commuter dan turun di stasiun Cikini.
Oh ya acaranya adalah seminar pada jam empat sampai jam enam, setelah itu peneropongan jika langit cerah. Lanjut diskusi sampai jam delapan. Ada orang tua teman anak Sulung di pondok juga tertarik dan ikut mendaftar. Kami janji bertemu di sana.

Singkat cerita sampailah kami di stasiun Cikini. Awalnya saya ingin turun di Gondangdia. Tapi mood mengajak turun di stasiun Cikini. Okelah, energi saya lagi meningkat seribu kali lipat. Sebelumnya saya sudah membuat kue pie susu dan brownies. Maka jalan kaki, anggap saja pelepas penat. Si anak gadis sampai bingung kok kita tidak sampai-sampai. Dikira dia, ibunya kesasar.

Nikmati dulu kue buatan saya, ya.

.

Dark Matter Dark Energy

Akhirnya kami sampai pas jam setengah lima. Langsung ke sini seperti WA dari Ana. Seminar sedang berlangsung.

Materinya tentang Dark Matter dan Dark Energy. Dan sebagai pemula, saya tidak paham alias tet tot. Malah jadi membayangkan jika anak-anak muda di depan yang jadi pembicara diberi teori menulis, apa mereka tidak pusing juga alias tet tot seperti saya saat itu?
Pembicara seminar Adli R Renhoren. Penyampaiannya bagus. Banyak yang bertanya. Ada anak pondok juga. Saya yang awalnya tet tot sedikit demi sedikit mulai nyangkut juga.
Jam enam, maghrib acara berhenti untuk shalat. Dilanjut dengan peneropongan bila langit cerah.
Senangnya ketika melihat langit cerah.
Daaaan, inilah pengalaman pertama saya dan anak gadis juga pengunjung yang baru pertama datang.

Itu Cincin Saturnus
Dari tempat seminar, kita naik ke atas lagi. Berhenti di satu tempat. Teman saya yang datang terlambat malah langsung meneropong.
Pertama kita meneropong bulan. Setelah itu Venus, Mars, Jupiter dan Saturnus.
Pak Nurdin yang mengendalikan teropong. Beliau sudah 18 tahun bekerja di Planetarium. Jadi sudah ahli, ya. Beliau yang mengatur antrian pengunjung untuk meneropong.
Ada loh satu keluarga yang datang dari Cikarang. Anaknya kira-kira umur 4 tahun. Penasaran pingin tahu juga.
Ini Pak Nurdin.

Kami lihat bulan. Masya Allah, saya takjub. Terakhir melihat Saturnus dan cincinnya.
Jadi naik ke atas meneropong bulan, turun untuk gantian. Terus naik lagi untuk lihat planet lain.
Ada 100 mungkin peserta seminar. Tapi yang meneropong sedikit, karena yang lain mungkin sudah terbiasa, dan pernah datang sebelumnya mungkin.

Alhamdulillah, anak gadis saya antusias.
Dia malah naik duluan tanpa menunggu saya.

Ada dua teropong yang dipakai semalam. Satu di tempat terbuka, satu di tingkat lebih atas lagi.
Banyak kok anak SMA yang datang.

Biar keren saya minta anak gadis bikin foto siluet.
Cuma dianya manyun karena hasil jepretan ibunya tidak sebagus jepretannya.

Well, sudah malam.
Kami harus pulang.
Alhamdulillah pengalaman pertama ini membuat saya dipenuhi rasa takjub akan kebesaran Allah.

Published by nurhaya3

Nurhayati Pujiastuti, owner Sanggar Mama Bilqis, Founder Penulis Tangguh, Kelas Merah Jambu dan Kelas Biru. Trainer Menulis.