Ruri Irawati dan Semangat Menulis yang Menular

Saya kenal Ruri lama. Lamaaa sekali. Di sebuah kantor milik WNA Canada di mana saya berkerja, hari itu masuk dua orang karyawan baru. Dua karyawan itu kelihatan bingung ketika masuk ruangan. Maklum semua karyawan yang ada sedang berhadapan dengan klien. Saya senang memerhatikan orang baru, dan juga senang mengajari. Tidak ada klien, maka kami berkenalan.
Salah satunya adalah Ruri.

Karyawan baru yang akhirnya jadi teman satu tim di kantor itu adalah Ruri. Saya bekerja beberapa tahun dengan Ruri. Saling pinjam meminjam buku. Ruri suka merekomendasikan buku bagus pada saya. Ruri hanya dua tahun di kantor lalu pindah. Saya sendiri bertahan di kantor tersebut selama empat tahun dan menjabat supervisor.

Ruri yang saya kenal akhirnya terlupa. Kaget ketika menerima pertemanan dia di facebook. Menanyakan kelas menulis online. Waktu itu saya sedang bergairahnya mencari murid-murid baru untuk saya didik sebagai penulis yang karyanya bisa masuk ke media nasinal. Target itu berhasil. Dan saya bersiap-siap membuka kelas online lain yang saya namai Merah Jambu.
“Pencapaian apa yang bisa saya dapat kalau ikut kelas?” itu pertanyaan Ruri.
Lalu saya tunjukkan satu blog Penulis Tangguh . Setelah itu oke, Ruri pun menjadi murid menulis saya.
Menjengkelkan mungkin pertanyaan itu bagi orang lain. Tapi saya suka justru ditekan dengan target seperti itu. Tentunya target itu harus juga diimbangi dengan kerja keras penulisnya.

Ternyata oh ternyata. Ruri sudah punya satu putri yang memang pintar menulis. Rubee Putri namanya. Dan putri satunya lagi juga pintar menulis, Naya, begitu saya memanggilnya.
Naya ini pernah ikut kelas menulis waktu saya promo buku. Dan satu naskah dalam bukunya yang baru saja terbit itu, naskah yang ditulis pada saat belajar di kelas menulis. Buku itu buku komik bersama penulis lainnya.

Seperti apa saya menjawab tantangan Ruri? Di Merah Jambu jawabannya.

Tahun-tahun berlalu. Ruri malah bukan lagi murid. Dia justru jadi saingan dalam beraneka lomba menulis. Karya Ruri bisa dicek di blog-nya Ruri.

Published by nurhaya3

Nurhayati Pujiastuti, owner Sanggar Mama Bilqis, Founder Penulis Tangguh, Kelas Merah Jambu dan Kelas Biru. Trainer Menulis.