Baginda Rasulullah yang Ceria

Ada banyak hal yang membuat saya semakin cinta menjadi seorang muslimah. Teladan bernama Rasulullah, manusia biasa yang Allah utus menjadi Rasulullah, memberi contoh tentang banyak hal. Termasuk cara bergurau yang tidak menyakiti perasaan orang lain.

Beberapa kisah keceriaan Rasulullah ada di dalam buku ini. Buku terbitan Gema Insani yang versi untuk anak sudah saya tuliskan dalam sepuluh buku serial Akhlak Rasulullah for Kids.

Pada suatu hari Rasululah berkata kepada seorang wanita Anshar. “Cepat susul suamimu. Di kedua matanya terdapat (bintik) putih!”
Dengan rasa khawatir, wanita itu pun bergegas menyusul suaminya.
Suaminya justru bertanya, “Kamu ini kenapa?”
“Rasulullah memberitahuku, kalau di kedua matamu ada (bintik) putih.”
Sang suami pun berkata. “Memang di kedua mataku ada (bintik) putih. Tapi bukan karena sakit.”
Wanita itu baru sadar kalau Rasulullah sedang bergurau. Bukankan di setiap mata kita terdapat warna putih?
Coba cek mata kita. Ada warna putihnya, kan? Itulah yang dimaksud Rasulullah.

Ada cerita yang lain.
Suatu hari ada seorang kampung yang menghadap Rasulullah. Pada waktu itu Rasulullah sedang terlihat marah. Orang kampung itu ingin mengajukan pertanyaan pada Rasulullah, tapi para sahabat melarang karena melihat situasinya.
“Biarkan saja bertanya,” kata orang kampung itu. “Demi Zat yang benar-benar mengutus beliau sebagai Nabi, saya akan berusaha membuatnya tersenyum.”
Kemudian dia mengarahkan pembicaraan kepada Rasulullah. “Wahai Rasulullah. Saya dengar bahwa Dajjal akan datang dengan membawa roti, di saat manusia dalam kondisi kelaparan. Bagaimana menurutmu? Mana yang baik untuk saya? Apakah saya menolak tawaran roti dari Dajjal demi keimanan meskipun nanti saya kurus dan binasa? Atau saya ambil saja roti itu dan makan sampai kenyang? Tapi saya tetap akan beriman pada Allah dan tidak percaya Dajjal.”
Mendengar pertanyaan itu, Rasulullah pun tertawa hingga kelihatan gigi gerahamnya. Setelah itu Rasulullah bersabda,” Jangan kamu makan roti itu. Allah akan memberimu rezeki yang bisa mencukupkanmu, sebagaimana DIA memberi rezeki orang-orang mukmin lainnya.”

Ada satu kisah lagi.
Suatu hari Rasulullah merasa kehilangan Suwaida’. Suwaida’ ini seorang wanita yang suka membuat istri Rasulllah Aisyah tertawa. Selain itu Rasulullah juga suka dibuat tertawa oleh Suwaida’
Rasulullah bertanya pada Aisyah,” Wahai Aisyah. Ada apa dengan Suwaida?”
“Dia sedang sakit,” jawab Aisyah.
Kemudian Rasulullah menjenguk ke rumahnya. Ternyata Suwaida’ sedang sakit parah, tinggal menunggu kematiannya. Rasulullah berpesan agar diberi tahu jika Suwaida’ meninggal.
Ketika Suwaida’ akhirnya meninggal, keluarganya memberi kabar. Rasulullah pun datang untuk bertakziah dan menyalati jenazah Suwaida’
“Ya Allah, sesungguhnya dia sangat antusias untuk membuatku tertawa (sehingga saya bahagia), karenanya aku mohon kepadaMU bahagiakanlah dia.”

Published by nurhaya3

Nurhayati Pujiastuti, owner Sanggar Mama Bilqis, Founder Penulis Tangguh, Kelas Merah Jambu dan Kelas Biru. Trainer Menulis.