Gerakan Literasi Sekolah di SDIT Binakheir

Akhirnya petualangan mengajar saya sampai juga ke Binakheir.
Benar-benar semua terjadi karena campur tangan Allah. Masya Allah, saya takjub aja degnan jalan yang Allah hamparkan untuk saya.

Pak Agus dari An Nahl Islamic School yang menawarkan pada saya untuk mengisi kelas menulis di SDIT Binakheir.
Binakheir sedang menjalankan program literasi. Jadi mereka memiliki rencana untuk menerbitkan buku sebagai kenang-kenangan perpisahan.
Oke, saya selalu bergairah dengan program seperti itu. Maka pertemuan pun akhirnya terjadi. Saya, Pak Agus, kepala sekolah dan beberapa guru.
Fix, saya akan mengajar satu bulan sekali hingga bulan Desember.

Makaaa, pada tanggal 31 Agustus, sesuai kesepakatan, saya ke Binakheir. Acara jam setengah sembilan. Tapi seperti biasa. Lebih baik datang lebih dahulu, daripada datang terlambat. Jam setengah enam saya sudah diantar suami ke stasiun. Jam tujuh pagi saya sudah sampai di stasiun depok. Masih terlalu pagi kalau saya datang ke sekolah. Okelah saya menunggu di stasiun saja.
Jam setengah 8 barulah saya mencari angkutan untuk ke sekolah. Sampai sekolah jam 8. Masih setengah jam, dong. Saya WA Miss Selly. Minta dimulai saja. Biar anak-anak bisa langsung dapat ilmu.

Anak-anak sudah berkumpul.
Acara dimulai. Seperti biasa saya pakai alat peraga dari sate gambar sampai kartu gambar dan buku-buku mini.
Anak-anak antusias.
Gurunya juga?
Ada 70 anak dari 4 kelas yang berbeda. Sengaja saya bagi dua waktunya. Satu jam untuk dua kelompok dan satu jam lagi untuk dua sisanya. Setiap kelompok memiliki nama masing-masing, dan menulis berdasarkan tema di kelompoknya.

Apa yang saya ajarkan?
Ide unik.
Menulis yang bermanfaat. Artinya tulisan yang kita buat jangan sekedar hanya tulisan. Tapi usahakan ada isinya yang bermanfaat untuk orang lain yang membacanya.
Anak-anak pintar itu hebat menerjemahkan gambar dari saya.
Bahkan ketika saya bagi lagi kelompoknya menjadi 10 anak dan setiap anak dapat satu gambar, mereka bisa menyambungkannya menjadi sebuah cerita. Masya Allah.

Lihat kan semangatnya mereka.
Senang saya mengajarnya. Apalagi mereka juga aktif di group WA pas harinya. Dalam satu kali pertemuan, mereka sudah menyerahkan cerpen dan komik buatan mereka.

Oke.
Masih ada tiga kali pertemuan.
Untuk kali ini, Alhamdulillah lancar.
Semoga buku yang keren bisa kami hasilkan dari pelatihan ini.

Published by nurhaya3

Nurhayati Pujiastuti, owner Sanggar Mama Bilqis, Founder Penulis Tangguh, Kelas Merah Jambu dan Kelas Biru. Trainer Menulis.