Nugget Pisang

Alangkah susahnya mengubah mindset. Nugget di kepala adalah makanan untuk lauk. Dari daging ayam atau sapi. Maka ketika pisang nugget ini diolah dan tersaji di piring, dua orang yang ada di rumah, anak dan suami memandangi. Membawa piring berisi nasi dan sayur.
“Ini pisang, ya?” tanya suami.
“Harusnya pakai daging,” begitu kata anak bungsu saya.

Nugget pisang. Berawal dari masih adanya beerapa buah pisang baranang. Pisang yang konon paling enak itu, dan lebih mahal dibandingkan pisang yang lain, awalnya saya beli karena terpaksa. Iya terpaksa. Karena pada saat itu suami minta dibuatkan kolak. Dan saya sudah berkeliling dari satu tukang sayur ke tukang sayur lainnya. Saya tidak temukan pisang uli atau pisang kepok. Malah disodorkan pisang baranang oleh penjual.

Nugget pisang.
Resepnya bukan kreasi sendiri,tapi copas dan modifikasi dari beberapa resep.

Bahan utama
– 5 buah pisang atau 6 sesuai selera
– 1 sachet susu dancow
– 1 sachet vanili
– 1 butir telur
– 2 sendok makan gula pasir. Kalau pisangnya sudah manis cukup satu saja.
– 3 sendok makan terigu, 2 juga tidak mengapa.

Semua bahan utama ini dicampur. Pisangnya dilumatkan dulu dengan garpu. Lalu campurkan semua bahan.
Setelah semua bahan tercampur, siapkan loyang. Olesi dengan minyak atau mentega loyangnya. Setelah itu bahan yang sudah tercampur tadi dimasukkan.
Siapkan kukusan. Nyalakan kompor dan masukkan loyang yang sudah terisi ke dalam kukusan.

Setelah matang biarkan dingin. Setelah dingin baru dipotong.
Setelah dipotong itu siapkan mangkuk berisi telur yang dikocok, dan wadah lain untuk tepung panir.
Nah nugget yang sudah dipotong itu celupkan ke telur lalu pindah balur dengan tepung panir. Masukan lagi ke telur kembalikan ke tepung panir. Biar lebih tebal dan bagus hasilnya.
Setelah itu masukkan ke freezer kurang lebih satu jam. Ini untuk membuat tepung panir melekat dan tidak mudah rontok ketika digoreng.
Setelah satu jam, boleh digoreng.