Ada Banyak Cara Menerbitkan Buku

Zaman sekarang ini segalanya menjadi lebih dimudahkan.
Mau membeli barang? Bisa mendapatkannya dengan mudah di online shop yang banyak bertebaran di dunia maya. Modalnya kuota internet dan kehati-hatian dalam memilih tentu saja. Karena selain orang baik, ada banyak juga orang yang tidak baik yang ingin memanfaatkan moment bernama kemudahan itu.

Menulis buku dan menerbitkannya juga semakin mudah.
Zaman dahulu saya jungkir balik ingin memiliki sebuah buku. Sekarang segalanya menjadi lebih mudah. Ada banyak penerbit yang butuh naskah dari penulis. Well, tanpa penulis penerbit tentu saja agak timpang jalannya.
Mengirim naskah ke penerbit prosesnya panjang. Kadang, ada naskah yang menurut kita sesuai timing dengan isu-isu yang muncul tidak bisa menunggu waktu lama.

Punya naskah dan ingin menerbitkannya tanpa harus susah payah menembus media cetak seperti saya dulu? Bisa tentu saja. Tapiii, tetap harus mau berproses. Paling tidak memiliki kebiasaan membaca. Paling tidak harus paham bagaimana cara agar tulisan kita enak dibaca oleh orang lain. Paling tidak ide-ide yang kita munculkan adalah ide-ide segar, yang akan membuat orang lain mendapatkan manfaat dari yang kita tulis itu.

Ada banyak penerbit indie.
Jadi, tulis naskah kita sampai selesai. Keluarkan uang untuk mencetaknya. Selesai. Kita punya buku. Buku itu bisa jadi kenangan dan simpan di lemari buku kita.
Kalau ingin dijual?
Pembaca di zaman sekarang sudah lebih pintar. Tentunya mereka tidak mau ke luar uang, untuk buku yang biasa-biasa saja. Apalagi buku yang tulisan di dalamnya berantakan. Berantakan cara penulisannya atau berantakan isi di dalamnya.

Lalu harus bagaimana?
Bersabar dalam proses.
Terus menerus menulis. Hingga pada satu titik, kita sudah yakin. Naskah kita bagus. Sebelumnya bisa kita lemparkan tester ke pembaca. Dengan mengupload bagian pembuka yang kita tulis di sosial media berupa status. Jika respon positif yang kita dapatkan, dan orang ingin membaca kelanjutannya. Itu artinya bolehlah kita berbangga, bahwa tulisan kita disuka.
Ini mirip dengan penjual kue. Orang biasanya mudah percaya ketika diberi tester. Satu dua sampai tiga kali tester, membuat mereka bisa mengambil kesimpulan. Aku suka dengan tulisan penulis ini. Okelah diterbitkan indie atau melalui penerbit mayor, tidak masalah denganku. Sepanjang bukunya itu bermanfaat dan isinya aku suka.

Jangan lupa, jika kita merasa butuh editor, keluarkan uang untuk membayar biaya editor naskah yang akan diterbitkan. Banyak editor profesional yang berseliweran di sosial media.
Jangan lupa juga, jika kita tidak bisa membuat cover yang bagus untuk buku kita, gunakan ilustrator profesional.
Atau cari aplikasi yang bisa membantu kita mengedit cover.

Jangan pernah bosan untuk terus menulis.Dan terus berproses.

Published by nurhaya3

Nurhayati Pujiastuti, owner Sanggar Mama Bilqis, Founder Penulis Tangguh, Kelas Merah Jambu dan Kelas Biru. Trainer Menulis.