Jangan Menulis Jika Tidak Bahagia

Iya, menulis itu harusnya membuat bahagia. Jika menulis sudah menjadi pilihan dalam hidup. Untuk bahagia tentu ada banyak yang harus dilakukan.
Apa saja itu?

1. Tulis apa yang kita suka. Kalau kita tidak suka, jangan teruskan. Apalagi meneruskan hanya karena berpikiran akan mendapat banyak materi dari situ. Iya, materi dalam bentuk uang itu memang kita butuhkan. Tapi bukan berarti segalanya dan bisa membeli kebahagiaan.

2. Tuis yang ada dalam jangkaun ilmu kita. Itulah kenapa kita harus banyak-banyak riset. Jangan hanya bermodalkan satu tulisan saja yang kita cari di internet. Riset, riset dan riset. Karena itu jika profesi kita adalah perawat, alangkah lebih baiknya jika menulis tentang dunia yang digeluti setiap hari. Sehingga ketika dijadikan tulisan, banyak yang bisa merasakan manfaat tulisan itu.
Atau saya kenapa menulis buku anak? Karena saya banyak interaksi mengajar anak-anak. Sehingga sumber saya dari anak-anak tidak pernah habis.

3. Tulis dengan hati sehingga pesannya sampai ke pembaca. Menulis dengan hati artinya apa? Menulis dengan hati artinya, kita sungguh-sungguh melebur dalam tulisan kita. Jadi ketika kita menuliskan pengalaman yang sedih, kita bisa ikutan menangis ketika menulis hal itu.
Tulisan yang datangnya dari hati akan sampai ke hati.

4. Jangan kepingin dipuji. Mungkin jika awalnya menginginkan hal itu, adalah lumrah. Karena menulis bukan perkara mudah. Banyak orang yang tidak paham pekerjaan itu. Karena itu jika ada rasa ingin dipuji ketika di awal menulis, masihlah tidak mengapa. Tapi ketika sudah lebih dari dua tahun masih menginginkan hal itu, mungkin ada yang harus diperbaiki pada niat ketika kita menulis.

5. Jangan kepingin dianggap sempurna. Penulis yang mencari ide tulisannya, wajar jika ingin tulisannya dianggap sempurna. Tapi jika kesempurnaan di mata manusia yang ia cari, maka ia akan mudah untuk menjatuhkan penulis lain yang dianggap lebih tinggi darinya.

6. Jangan menjatuhkan orang lain dengan cara fitnah. Banyak kejadian di dunia menulis yang sumbernya adalah berita katanya. Entah itu di sosial media atau disampaikan oleh orang lain, tanpa cross check ke sumber utamanya. Pada akhirnya yang timbul adalah penulis yang satu dijatuhkan penulis lain.
Jangan lakukan itu, jika ingin bahagia dalam menulis.

Jangan mau menulis dan tidak bahagia.
Saya selalu memilih menulis dan bahagia. Dengan begitu saya menjadi sehat lahir batin.

Published by nurhaya3

Nurhayati Pujiastuti, owner Sanggar Mama Bilqis, Founder Penulis Tangguh, Kelas Merah Jambu dan Kelas Biru. Trainer Menulis.