Belajar Menulis untuk Anak-Anak

Ada anak-anak yang belajar menulis. Secara bertemu muka seperti di rumah, maupun yang belajar menulis secara online lewat media apa saja. Mulai dari WA sampai email.
Anak-anak yang ingin belajar menulis, tentu berbeda dengan orang dewasa yang belajar menulis. Orang dewasa punya banyak pengalaman dalam hidupnya. Sehingga ketika disampaikan teori menulis atau pelajaran baru, orang dewasa akan menghubungkannya dengan pengalaman mereka.
Apalagi jika mereka pernah belajar menulis dari satu guru ke guru yang lain. Maka mereka akan membandingkan pelajaran dari guru yang satu ke guru yang lain. Dan tidak enaknya ketika akhirnya mereka bicara dengan satu guru yang mengajar..,”Menurut yang ini…., katanya harus…”
Perbandingan-perbandingan seperti itu tentu jadi tidak mengenakkan untuk guru yang mengajar.

Ada banyak anak-anak yang ingin belajar menulis. Kadang mereka langsung menghubungi saya lewat WA. Kadang orangtua yang menghubungi saya, karena melihat potensi anaknya dalam menulis. Saya senang sekali. Jujur, interaksi dengan anak-anak membuat saya bebas berekspresi. Mereka bukan sekedar spontan. Mereka tidak mudah curiga dengan apa yang saya ajarkan.
Anak-anak lebih mudah menerima pelajaran. Biasanya sebeleum menerima murid anak, saya memilih untuk berkomunikasi dulu dengan anak yang bersangkutan.
Dari komunikasi dengan mereka, saya akan lebih mudah memahmi karakter mereka. Dan juga memahami keinginan mereka. Orangtua hanya terhubung urusan biaya, waktu dan lain sebagainya.

Anak-anak belajar menulis tentu bukan berarti mereka harus jadi penulis. Saya selalu katakan pada anak-anak, kalau mereka terbiasa menulis, maka untuk menguraikan jawaban ulangan akan menjadi sangat mudah. Apalagi jika ada pelajaran Bahasa Indonesia. Mereka akan semakin mudah memahaminya.

Ada syarat agar anak-anak bisa nyaman belajar menulis :

1. Penuhi otak mereka dengan bacaan dulu. Sebelumnya biasanya saya akan bertanya, apakah mereka suka membaca atau tidak? Jujur kalau ada anak yang tidak suka membaca dan mau belajar menulis, susah. Tapi bukan berarti tidak bisa. Nah untuk itu, saya biasakan mereka menyukai buku dulu. Buku-buku yang sederhana. Saya berikan rujukan untuk mereka. Kalau dekat rumah, maka mereka bisa meminjam dari taman bacaan yang saya miliki.
2. Ajari pelan tapi pasti. Jangan memberi target yang sulit. Target sesuaikan kemampuan si anak murid.
3. Biarkan mereka bahagia dengan prosesnya. Meski hanya menulis satu kalimat, tetap kita katakan mereka hebat, pintar dan lalin sebagainya. Jadi mereka terpacu untuk menulis lebih bagus dan lebih banyak lagi.
4. Berikan pancingan-pancingan dengan banyak hal. Sehingga mereka jadi terbuka wawasannya dan menyadari bahwa menulis itu begitu mudahnya.
5. Jika mereka datang hanya ingin curhat atau chat biasa juga tidak apa-apa. Mereka butuh seseorang untuk ngobrol. Maka jadilah pendengar yang baik saja. Sambil mengomentari tapi bukan memenuhinya dengan nasehat.