Ingin Langgeng Menulis? Berproseslah

Banyak yang ingin menulis, menghasilkan buku, jadi terkenal seperti penulis terkenal yang mereka sebutkan namanya. Tapi mereka lupa dalam menulis ada proses yang harus dilewati.
Banyak yang ingin ia dikenang sebagai penulis, karyanya dihargai dan mendapat penghargaan dan namanya jadi perbincangan. Tapi jangan lupa. Kerja penulis adalah kerja mengolah batin. Menekan banyak ambisi dan egois, karena fungsinya adalah untuk menjadikan kita manusia yang lebih baik lagi.

1. Proses menulis yang pertama adalah cinta membaca. Andai dia bukan pembaca sebuah buku, bisa jadi dia membaca dalam tanda kutip. Membaca hati orang lain, membaca lingkungan dan yang lainnya. Proses seperti itu menimbulkan kepekaan untuk batinnya dan bisa disuarakan dalam bentuk tulisan. Meskipun untuk menulis, tetap pada akhirnya harus mulai suka membaca. Karena dengan membaca jadi bisa memahami pengalaman dari ‘membaca’ mana yang bisa dirangkum jadi kalimat enak untuk dibaca dan bermanfaat bagi orang lain.

2. Proses selanjutnya adalah terus menulis. Sama seperti kita naik sepeda. Setiap hari naik sepeda, kita akan bisa enak mengayuh pedalnya. Bisa tahu bagaimana cara berbelok dan lainnya. Dengan terus menulis kita akan lebih luwes dalam merangkai kata jadi kalimat.

3. Proses selanjutnya kembali terus menulis. Jangan hanya puluhan kali. Lakukan sampai ratusan kali bahkan ribuan kali.

4. Berteman dengan sesama penulis, agar kita bisa paham bahwa kita tidak sendiri melakukan proses itu. Kalaupun lebih suka sendiri, tidak masalah. Karena setiap orang punya karakter yang berbeda. Saya lebih suka tidak berkumpul dengan sesama penulis. Alasannya untuk menjaga keorisinilan ide sana. Dan target yang saya pegang tidak terganggu dengan target orang lain.

5. Jangan kebelet ingin sukses. Karena sekali dua kali menulis, bisa jadi tulisanmu disukai orang lain. Tapi sekali dua kali itu belum bisa untuk menumbuhkan kecintaan akan menulis. Penulis yang langgeng menulis sampai tua adalah penulis yang mencintai proses. Jatuh bangun dinikmati sebagai bagian dari proses menjadi penulis. Ditolak, buku tidak laku, tetap dinikmati.

6. Terus menulis saja. Jangan mereka sudah menjadi orang hebat karena menulis. Sebab begitu kita merasa jadi orang hebat, justru di situlah sebenarnya kita bukanlah siapa-siapa.