Yuk Belajar Menulis Pictorial Book

.

Membuat pictbook? Susah atau mudah, ya?
Untuk saya yang awalnya sangat mencintai kata-kata, menulis buku bergambar itu susah. Apalagi dulu saya memang tidak membiasakan anak membaca buku dengan banyak gambar. Alasan saya biar mereka bisa bebas berimajinasi tanpa harus tersekat gambar.
Ops, tapi itu karena saya punya suami ilustrator juga. Buku-buku di rumah berupa buku design dengan gambar menarik banyak. Dan anak-anak terbiasa juga. Jadi ketika ada satu di buku yang untuk saya susah menjelaskan lewat kata-kata, saya bisa bertanya langsung pada suami dan meminta beliau menggambarkan untuk saya.

Menulis pictbook?
Menulis buku dipenuhi gambar itu, harus mau berbagi dengan ilustrator. Jadi kalimat hanya sedikit. Tugas penulis memberi gambaran ilustrasi pada ilustrator. Sehingga ilustrator mudah membuat karakter tokohnya sesuai panduan dari penulis.

Dalam naskah buku pictbook harus ada halaman, lalu teks dan terahir adalah panduan ilustrasi.
Buatlah dalam bentuk tabel.

Di bagian atas tabel tulis :
Hal, lalu teks di bagian tengah, selanjutnya bagian ilustrasi.

Lalu setelah itu mulai tulis dalam tabel :

Seperti :
Halaman satu. Cover buku. Pada panduan ilustrasi tulis seperti apa ilustrasi cover yang kita inginkan.,

Hal Teks Cover
________________________

Pada hal 2. Mulai untuk membuat teks. Dan bayangkan ilustrasi yang kita inginkan.
Misalnya pada halaman 2, saya menulis.
Horee, sekolah sudah selesai (teks)
Momo dan teman-teman binatang lain ke luar kelas, ada jerapah, kelinci (ilustrasi)

Bayangkan semuanya dalam bentuk tabel, ya.
Maaf agak susah membuat tabel di sini.
Gunakan words dan insert tabel.

Hal 3
Aku pulang dulu (teks).
Kelinci melambaikan tangan pada Momo, dan teman-teman Momo ke luar kelas berlari
menuju Ibu mereka yang menjemput di luar kelas (ilustrasi).

Untuk kalimat percakapan, dalam pict book tidak perlu menggunakan tanda kutip (“).

Begitu kira-kira sedikit contohnya yang saya ambil dari buku “Kring Kring”.
Untuk pict book seperti yang saya pelajari di Room to Read, ada naskah untuk level pemula, menengah dan lanjut.
Perbedaannya ada di mana?
Perbedaannya adalah pada minimnya kalimat.
Level pemula ditujukan untuk pembaca pemula. Bisa anak-anak usia PAUD. Atau bisa juga orang dewasa tapi yang belum pernah bersentuhan dengan buku sebelumnya. Tentu saja pada level ini fokus pada ilustrasi. Jadi kalimat sedikit. Porsi terbanyak ada pada ilustrator.
Untuk level menengah kalimat sudah bisa lebih banyak.
Dan level lanjut, rangkaian kalimat sudah lebih banyak lagi dan bisa memasukkan kalimat yang lebih sulit.

Karakter panduan untuk tokoh yang penulis tulis harus jelas, ya. Termasuk karakter berupa fisik. Misalnya bentuk tubuh, ekspresi wajah, warna kulit dan lain sebagainya.
Sedang karakter internal, berupa perasaan, sifat, hobi dan lainnya.
Dengan menuliskan karakter itu lebih detail, ilustrator akan mudah menggambar sesuai inginnya penulis akan tokoh yang ada dalam benak penulis.

Halaman untuk buku pemula terdiri dari 24 halaman.
Halaman pertama ditujukan untuk cover.
Halaman selanjutnya dibuat seusai rangkaian cerita yang ada.
Usahakan ada satu halaman yang dijadikan satu sebagai titik sentral.
Misalnya 8-9, satu adegan tapi dibuat memenuhi dua halaman.

Ada kunci penting lagi.
Pada halaman ganjil, usahakan cerita itu membuat anak penasaran. Sehingga mereka akan bersemangat untuk membuka halaman dibaliknya.