Menulis Buku Apa?

Menulis buku apa?
Penulis buku apa? Anak? Remaja? Atau dewasa?
Pertanyaan seperti itu sering mampir ke saya. Ada yang bertanya bukunya apa? Penulis spesialisasi apa dan lain sebagainya?

Jujur sejak awal pertama menulis, saya berjuang untuk mampu menguasai jenis tulisan. Standar mampu untuk saya adalah ketika tulisan saya bisa menjadi juara lomba, itu artinya saya bisa berkata, “yes, memang bisa disematkan standar itu pada saya.”
Itu standar saya loh. Penulis lain berhak punya standar yang berbeda dengan saya tentu saja.

Penulis apa?
Saya mencintai semua jenis tulisan yang saya buat. Entah itu artikel maupun cerpen. Entah itu feature ataupun cerbung atau bahkan novel.
Fiksi untuk saya menghaluskan perasaan. Makin sering menulis fiksi, makin haluslah perasaan saya. Tapi juga harus hati-hati nanti terjebak halusinasi. Alias jadi suka berimajinasi. Kadang di tengah jalan, ketika sedang naik motor saya kaget sendiri ketika ada yang mengklakson. Rupanya saya sedang melamun.
Kadang kalau terlalu banyak menulis fiksi, terhampar dunia rekaan kita di hadapan kita. Sehingga ketika bertemu seseorang seringnya kita berpikir, sepertinya saya pernah bertemu dengan orang ini sebelumnya.
Non fiksi untuk saya berfungsi untuk mengasah logika. Dengan menulis non fiksi saya harus berjuang menambah daftar bacaan saya.
Mungkin karena otak kanan dan kiri saya seimbang, maka saya tidak bisa bilang saya cenderung di mana.

Menulis apa?
Buku anak, remaja dan dewasa adalah seperti memasuki dunia lain untuk saya.
Dengan menulis naskah anak, saya sungguh seperti ditarik kembali ke masa anak-anak, di mana tidak peduli ketika saya memanjat pohon mangga paling tinggi dan berteriak dari atasnya. Meskipun tetangga di bawah mengelus dada dan teriak-teriak menyuruh saya turun, karena takut jatuh.
Buku remaja seperti menarik saya pada sebuah masa remaja ketika SMP, di mana saya lompat pagar pembatas lapangan. Hingga pulang dalam keadaan kaki keseleo.
Dan buku dewasa adalah cerminan saya. Impian yang saya pendam, pengalaman yang tidak saya ungkapkan, semua bebas saya tulis dalam naskah dewasa. Juga solusi sebuah permasalahan.

Jadi kalau ada yang tanya lagi setelah saya jawab bahwa saya adalah penulis. Maka saya akan menjawab bahwa saya menulis semuanya. Anda mau memberi order tulisan apa pada saya?