Pernikahan itu Harus Melejitkan Potensi Bukan Mematahkan Potensi

Dan Dia (Allah) yang mempersatukan hati mereka (orang yang beriman). Walaupun kamu menginfakkan semua (kekayaan) yang berada di bumi, niscaya kamu tidak dapat mempersatukan hati mereka, tetapi Allah telah mempersatukan mereka. Sungguh Dia Maha Perkasa Maha Bijaksana (QS Al Anfal ayat 63)

Sebuah ayat dalam surah yang berkisah tentang rampasan perang. Tapi ayat itu ada di kartu undangan yang Bapak buat untuk pernikahan saya. Terkejut saya membacanya ketika menyadari bahwa ayat ini berbeda dengan ayat-ayat umum dalam yang sering hadir di kartu undangan pernikahan. Bapak ingin memberikan sesuatu pesan pada saya, dan itu yang harus saya pertahankan.

Pernikahan.
Penyatuan lelaki dan perempuan dalam satu tempat bernama rumah tangga. Pernikahan itu bukan kurungan atau penjara. Pernikahan itu sebuah ruang besar yang dikelola bersama dan masing-masing memegang kunci satu pintu yang tersedia. Pernikahan buat saya adalah sebuah ruang kreatif, di mana salah satu pasangan memiliki waktu untuk memperhatikan pasangannya. Dan menemukan potensi si pasangan, lalu akhirnya potensi itu bisa membuat pasangan bahagia, karena ia punya sesuatu yang bisa membuatnya berharga.

Bagaimana cara agar kita dan pasangan bisa saling melejitkan potensi? :

1. Rumah tangga adalah tempat dua manusia saling bekerja sama, maka buat komitmen itu di awal menikah, untuk melakukan hal itu.
2. Buat komitmen juga untuk terbuka satu dengan yang lain. Setelah pada Sang Pencipta, maka rahasia teraman adalah dibagi pada pasangan, bukan orang lain. Dengan begitu tumbuh saling kepercayaandan, dan akan tertutup celah untuk masuknya orang lain.
3. Tunjukkan daftar mimpi kita pada pasangan dan pasangan juga begitu sebaliknya. Lalu berjanjilah untuk bersama-sama membantu impian-impian itu terwujud.
4. Andai hanya salah seorang yang memiliki mimpi dan pasangan sudah merasa nyaman dalam hidupnya, gandeng pasangan untuk melangkah bersama menuju mimpi kita. Tulari semangat kita, sehingga pada akhirnya pasangan memiliki mimpi juga.
5. Meskipun bersama, bukan berarti ke mana-mana harus berdua. Karena itu tetap sediakan ruang untuk teman dan yang lainnya. Kuncinya adalah saling menjaga kebersamaan.
6. Siap sedia untuk menjadi kasur yang empuk untuk yang terpuruk. Jika kita yang terpuruk, pasanganlah kasur yang empuk untuk itu. Sedang jika pasangan yang terpuruk, kitalah yang harus siap menjadi kasur itu.