5 Tips Efektif Bekerja Sebagai Penulis dari Rumah

Penulis lepas atau biasa disebut penulis freelancer seperti saya bekerja banyak di rumah. Artinya rumahlah kantor saya. Memang sejak dulu, ketika anak-anak masih kecil, saya sudah fokuskan untuk menjadikan rumah sebagai kantor. Sehingga saya bisa memantau anak-anak hingga saatnya mereka saya lepaskan.

Bekerja dari rumah sebagai penulis lepas, banyak tantangannya. Penulis tidak akan bertetangga dengan sesama penulis. Karena itu orang lain tidak paham dengan kerja kita, wajar saja terjadi. Orang yang bekerja dari rumah biasanya akan bertetangga dengan orang yang bekerja sebagai pegawai. Salah sangka, buruk sangka sudah biasa muncul karena faktor ketidaktahuan.

Untuk saya bekerja dari rumah, bukan berarti banyak santainya. Bekerja dari rumah itu memindahkan kantor ke dalam rumah. Itu artinya jam kerja dan disiplin tetap harus diterapkan.

1. Tegas dengan waktu. Itu yang saya lakukan. Jadi ketika ada sesuatu yang tidak saya jadwalkan masuk ke dalam waktu kerja saya, saya tolak. Meski itu terlihat kejam, tapi ternyata efektif untuk membuat orang lain paham, bahwa saya punya pekerjaan.
2. Ada target yang dikejar. Jika bekerja di kantor setiap hari ada pekerjaan yang harus dikerjakan, maka bekerja dari rumah juga seperti itu. Harus punya target apa yang akan kita kerjakan. Karena itu pikirkan apa yang akan kita lakukan besok pagi, ketika kita akan berangkat tidur.
3. Ada jam istirahat. Iya bekerja dari rumah ada jam istirahatnya. Kalau saya bisa pakai setengah jam untuk tidur siang. Dan itu sunnah yang diajarkan Rasulullah. Setelah tidur siang, pikiran kembali fresh untuk diajak bekerja lagi.
4. Fokus ke target yang belum selesai. Bekerja dari rumah bukan berarti santai tanpa target. Dan bukan berarti seenaknya berpindah target. Kalau saya selesaikan target yang sedang saya kerjakan, sebelum akhirnya pindah ke target yang lain.
5. Lembur boleh, begadang no way. Saya biasa lembur untuk pekerjaan yang belum selesai. Lembur itu artinya melebihkan jam kerja satu atau dua jam. Tapi saya tidak mau jika komputer masih menyala di atas jam sembilan malam. Karena memang saya tidak terbiasa begadang. Di samping itu, ada kewajiban saya untuk bangun di sepertiga malam dan itu jadi haknya Allah Pemilik Tubuh saya, yang memberikan saya kesehatan.