Djoeroe Masak, Cinta di Ujung Lidah

Sebuah novel graphis. Begitu yang saya baca di status penulisnya ketika novel ini sedang dalam proses ditulis. Ada pertemuan dengan editor dan ilustrator. Jujur saya penasaran dan ingin tahu seperti apa buku yang akan dihasilkan nanti.
Apalagi naskah itu adalah naskah kuliner yang ditulis oleh penulis yang memang berkutat dengan masakan. Jelas saya menunggunya, karena ilmu masak saya luar biasa minimnya.

Pada akhirnya ketika buku itu dirilis, saya langsung memesannya plus tanda tangan penulisnya. Harus itu. Karena saya senang mengumpulkan buku yang ada tanda tangan penulisnya.

Ada empat buah buku dalam serial Djoroe Masak yang ditulis oleh Dyah Prameswarie dan diterbitkan oleh Tinta Media imprint dari Penerbit Tiga Serangkai.
Jumlah masing-masing halaman dari empat buku ini juga kurang lebih sekitar 150 halaman.
Setiap buku memiliki kisahnya sendiri. Dan kisah itu saling terhubung antara buku yang satu dengan buku yang lain. Meskipun kisah itu tidak terlalu terikat.
Kisah-kisah kehidupan yang ringan dan diolah dengan balutan resep sebuah masakan. Saya selalu suka ketika membaca bagaimana para tokohnya membuat adonan. Dari adonan lemper sampai adonan pasta.

Dalam buku pertama, Jenang Bukan Dodol dikisahkan tentang pertemuan Sedayu yang membantu ibuknya berjualan jenang di pasar Ngasem Yogjakarta. Di sana Sedayu berkenalan dengan Adian, seorang yang restoran pertamanya gagal dan ia ingin belajar masakan tradisional.
Nuansa pasar dan aroma masakan langsung tercium di beberapa halaman pertama buku ini, dan itu yang membuat saya suka. Rasanya saya seperti berada di tengah-tengah mereka.
Proses perkenalan yang dibalut indah dengan proses pelajaran memasak juga mendatangkan ilmu untuk saya. Oh, harusnya masak lemper seperti ini. Oh, santan harusnya seperti ini. Dan oh oh lain yang membuat saya berniat membuat sajian berdasarkan resep-resep yang ada di buku ini.

Dalam buku yang kedua Kelab Makan Siang Rahasia diceritakan tentang Sedayu dan Adian yang akhirnya menikah dan tinggal di Bandung, lalu Adian membuka restoran A+.
Sedayu yang belum kunjung hamil yang akhirnya memutuskan bekerja dan bertemu dengan bos Dahlia, yang punya kelab makan rahasia dan akhirnya mengundang Adian.
Ada cemburu Sedayu karena gosip tentang kelab makan rahasia.
Hanya sedikit kecewa dengan kelab makan rahasia yang tidak seperti dalam bayangan. Tapi tetap di buku ini saya senang, karena dimanja dengan beberapa resep masakan yang bisa diuij coba sendiri.

Buku Ketiga Nona Doyan Makan dalam buku ini dikisahkan tentang Sedayu yang membuka rumah makan bersama teman-temannya salah satunya dengan Freya. Freya ini -yang Sedayu ( biasa dipanggil Dayu)- kenal di kelab makan siang rahasia.
Di buku ini bercerita tentang gedung yang disewa dengan harga murah oleh Freya dan langsung dibayar cash. Hanya kisah lelaki gila yang berteriak ketika pembukaan gedung dan mengatakan bahwa jangan masuk ke gedung itu karena berbahaya, jadi agak dipaksakan untuk mengeksekusi akhir cerita. Apalagi ternyata lelaki itu adalah pemilik resmi gedung yang disewa yang keluarganya terbakar dan surat kepemilikan juga terbakar.
Resep-resep masakan dan gambarnya yang bagus tetap tersaji di sini.

Buku Keempat Sembah dan Berkah. Di buku ini dikisahkan tentang pasangan Sedayu dan Adian yang sudah memiliki seorang anak beusia empat bulan. Adian mulai melebarkan bisnisnya ke Bali. Ada investor yang siap menanam modal. Dan investor itu yang seorang perempuan yang cukup agresif dan membuat Dayu tidak nyaman.
Dalam buku ini emosi Sedayu dan Adian terasa sekali. Meleleh ketika membaca bagian di puncak keletihan Sedayu mengurus anak sendirian dan menenangkan Tatjana dengan suara parau karena menangis, terlihat oleh Adian.
Tetap ada resep masakan juga di buku ini.

Dari keempat buku seri Djoeroe Masak ini, saya suka dengan buku pertama dan keempat. Di buku pertama saya benar-benar merasakan aroma pasar dan masakan. Di buku keempat saya bisa merasakan emosi penulis yang teraduk-aduk ketika menuliskan kisah ini.

Saya suka buku ini.
Masuk ke dalam lemari untuk jadi koleksi.